HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Hamdan Zoelva: MA Bukan Pengadilan Tingkat 3 yang Bisa Perberat Hukuman Anas

Hamdan Zoelva: MA Bukan Pengadilan Tingkat 3 yang Bisa Perberat Hukuman Anas
June 13
13:37 2015

HMINEWS.Com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, mengomentari putusan kasasi Mahkamah Agung yang memperberat hukuman untuk Anas Urbaningrum menjadi 14 tahun penjara dan denda Rp 57,5 miliar. Putusan MA dengan majelis hakim Artidjo Alkostar, Krisna Harahap dan MS Lumme tersebut sebagai pengabulan terhadap tuntutan JPU KPK.

Dalam dialog Publik yang digelar Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHMI) di Cikini, Jumat (12/6/2015) tersebut, Hamdan Zoelva menegaskan bahwa seorang hakim haruslah independen; independen dari tekanan kekuasaan, tekaan uang, maupun dari subjektivitas rasa kepuasan emosi pribadi.

“Karena keadilan itu tidak diukur dari rasa hakim semata-mata, dan kepuasan hakim semata-mata, tapi keadilan itu ditinjau dari segala aspek. Antara lain aspek publik, aspek orang yang dikenai hukuman itu sendiri, karena itu seorang hakim tidak boleh memutus dalam keadaan marah, dalam arti tidak boleh memutus sesuatu karena alasan jengkel yang luar biasa, karena membuat ia berlaku tidak adil,” demikian kata Hamdan Zoelva.

Ia pun mengingatkan, bahwa dalam Al Qur’an itu Tuhan memerintahkan untuk berlaku adil terhadap siapapun. Karenanya, ia melanjutkan, hakim tidak boleh memutuskan dengan asumsi awal karena jengkel atau kesal terhadap koruptor, tidak membaca berkasnya tapi langsung menjatuhkan hukuman setinggi-tingginya, itulah bentuk kedzoliman seorang hakim.

Seorang hakim juga harus mempertimbangkan seluruh aspek dalam suatu perkara dengan bijak, membaca detail perkara dengan baik, sehingga putusan itu adil bagi publik, adil bagi siapapun yang akan menjalani putusan itu. Tidak boleh berdasarkan rasa jengkel atau senang terhadap si terhukum.

Hamdan Zoelva juga menyatakan, Hakim agung atau hakim kasasi bukanlah hakim pengadilan tingkat ketiga, di atas Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi. Tetapi MA hanya memeriksa benar tidaknya penerapan hukum dari pengadilan tingkat pertama dan kedua.

“Dalam kaitan dengan itu, kalau di tingkat Mahkamah Agung ada penambahan hukuman tanpa ada kesalahan dalam penerapan pasal (di tingkat PN dan PT, -red), itu pelanggaran berat terhadap hukum acara.

Ia juga menegaskan, pada tingkat kasasi MA tidak lagi menilai fakta, sebab yang paling tahu tentang fakta, rasa, dan mendengar jeritan hati, terdakwa, para saksi, suasana emosional dalam ruangan sidang adalah pengadilan tingkat pertama dan kedua (PN dan PT).

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment