HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Hamdan Zoelva: MA Bukan Pengadilan Tingkat 3 yang Bisa Perberat Hukuman Anas

Hamdan Zoelva: MA Bukan Pengadilan Tingkat 3 yang Bisa Perberat Hukuman Anas
June 13
13:37 2015

HMINEWS.Com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, mengomentari putusan kasasi Mahkamah Agung yang memperberat hukuman untuk Anas Urbaningrum menjadi 14 tahun penjara dan denda Rp 57,5 miliar. Putusan MA dengan majelis hakim Artidjo Alkostar, Krisna Harahap dan MS Lumme tersebut sebagai pengabulan terhadap tuntutan JPU KPK.

Dalam dialog Publik yang digelar Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHMI) di Cikini, Jumat (12/6/2015) tersebut, Hamdan Zoelva menegaskan bahwa seorang hakim haruslah independen; independen dari tekanan kekuasaan, tekaan uang, maupun dari subjektivitas rasa kepuasan emosi pribadi.

“Karena keadilan itu tidak diukur dari rasa hakim semata-mata, dan kepuasan hakim semata-mata, tapi keadilan itu ditinjau dari segala aspek. Antara lain aspek publik, aspek orang yang dikenai hukuman itu sendiri, karena itu seorang hakim tidak boleh memutus dalam keadaan marah, dalam arti tidak boleh memutus sesuatu karena alasan jengkel yang luar biasa, karena membuat ia berlaku tidak adil,” demikian kata Hamdan Zoelva.

Ia pun mengingatkan, bahwa dalam Al Qur’an itu Tuhan memerintahkan untuk berlaku adil terhadap siapapun. Karenanya, ia melanjutkan, hakim tidak boleh memutuskan dengan asumsi awal karena jengkel atau kesal terhadap koruptor, tidak membaca berkasnya tapi langsung menjatuhkan hukuman setinggi-tingginya, itulah bentuk kedzoliman seorang hakim.

Seorang hakim juga harus mempertimbangkan seluruh aspek dalam suatu perkara dengan bijak, membaca detail perkara dengan baik, sehingga putusan itu adil bagi publik, adil bagi siapapun yang akan menjalani putusan itu. Tidak boleh berdasarkan rasa jengkel atau senang terhadap si terhukum.

Hamdan Zoelva juga menyatakan, Hakim agung atau hakim kasasi bukanlah hakim pengadilan tingkat ketiga, di atas Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi. Tetapi MA hanya memeriksa benar tidaknya penerapan hukum dari pengadilan tingkat pertama dan kedua.

“Dalam kaitan dengan itu, kalau di tingkat Mahkamah Agung ada penambahan hukuman tanpa ada kesalahan dalam penerapan pasal (di tingkat PN dan PT, -red), itu pelanggaran berat terhadap hukum acara.

Ia juga menegaskan, pada tingkat kasasi MA tidak lagi menilai fakta, sebab yang paling tahu tentang fakta, rasa, dan mendengar jeritan hati, terdakwa, para saksi, suasana emosional dalam ruangan sidang adalah pengadilan tingkat pertama dan kedua (PN dan PT).

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment