HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...

Kecemburuan Sosial, Pembangunan Bekasi yang Tidak Merata

Kecemburuan Sosial, Pembangunan Bekasi yang Tidak Merata
April 05
23:27 2015

HMINEWS.Com – Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, menilai peradaban Bekasi sebelum tahun 1970-an peradaban Bekasi sesungguhnya ada di Utara. Sebelum adanya Kawasan Industri.

“Peradaban Bekasi itu adanya di Utara, lembaga-lembaga pendidikan itu ada di Utara, orang mencari kerja itu di Utara sebagai petani,” kata Sejarawan Bekasi Ali Anwar, Rabu (1/4/15).

Nah, di Selatan itu kan cenderung di perkebunan, karena di Selatan kehidupan sedikit. Lahannya luas, tapi pekerjanya sedikit. Sedangkan di Utara itu banyak penduduk, kalau kita mengacu kepada peta dari tahun 1970-an sampai awal 1990 itu kelihatan betul perkampungan itu adanya di Utara.

Tiba-tiba ada Industri yang justru memberikan limbah ke utara, dampaknya membuat mereka tidak dapat mencari mata pencaharian disitu.  Selain itu, lanjut dia, untuk mencuci mereka sudah tidak bisa lagi, karena sungai sudah tercemar. Kata dia, seiring perkembangan zaman perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga beralih kepusat kota.

“Perhatian Pemkab hanya ke pusat kota, yakni di Cikarang, Tambun, dan Lemah Abang, dan akhirnya wilayah utara pun tertinggal,” bebernya.

Dalam kondisi ketertinggalan ini, sambung dia, ditambah perhatian yang lemah, infrastruktur yang sedikit, SDM yang rendah, akhirnya terjadilah kecemburuan sosial.

“Jadi sangat wajar jika ada kecemburuan sosial, karena peradaban itu ada di Utara kemudian beralih ke Selatan, itu wajar jika mereka cemburu. Kalau Pemkab mau mensejahterakan masyarakat, sejahterahkan dulu yang paling bawah,” ujarnya.

Sebelum kita merdeka, terang dia, kita masih dijajah, yang disejahterakan itu kan level atas atau Selatan, sementara yang mayoritasnya justru diabaikan bahkan dieksploitasi. Begitu kita merdeka sudah jelas-jelas dalam Pacasila dan UUD 1945 semua itu rakyat. Jadi seharusnya pola pikirnya yang paling pertama yang diutamakan itu lapisan paling bawah.

“Orang miskin masuk Rumah Sakit, gak punya duit itu yang diutamakan, orang yang sudah kaya gak perlu lah, mereka sudah bisa mandiri. Nah, orang miskin naik ojek saja susah,” tegasnya.

Termasuk infrastruktur seharusnya dibangun daerah yang terjauh dulu, kata dia, jadi pada saat mereka mengirimkan hasil pertaniannya mereka tidak sulit mengirimnya karena akses infrastruktur yang hancur, yang di kota ini kan pendatang baru, sedangkan yang di pelosok mungkin sudah 7 turunan di situ.

“Dahulukan yang di Pelosok yang mayoritas orang pribumi asli, jangan yang di kota yang notabanenya mereka pendatang,” pungkasnya. (Gun)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment