HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Kecemburuan Sosial, Pembangunan Bekasi yang Tidak Merata

Kecemburuan Sosial, Pembangunan Bekasi yang Tidak Merata
April 05
23:27 2015

HMINEWS.Com – Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, menilai peradaban Bekasi sebelum tahun 1970-an peradaban Bekasi sesungguhnya ada di Utara. Sebelum adanya Kawasan Industri.

“Peradaban Bekasi itu adanya di Utara, lembaga-lembaga pendidikan itu ada di Utara, orang mencari kerja itu di Utara sebagai petani,” kata Sejarawan Bekasi Ali Anwar, Rabu (1/4/15).

Nah, di Selatan itu kan cenderung di perkebunan, karena di Selatan kehidupan sedikit. Lahannya luas, tapi pekerjanya sedikit. Sedangkan di Utara itu banyak penduduk, kalau kita mengacu kepada peta dari tahun 1970-an sampai awal 1990 itu kelihatan betul perkampungan itu adanya di Utara.

Tiba-tiba ada Industri yang justru memberikan limbah ke utara, dampaknya membuat mereka tidak dapat mencari mata pencaharian disitu.  Selain itu, lanjut dia, untuk mencuci mereka sudah tidak bisa lagi, karena sungai sudah tercemar. Kata dia, seiring perkembangan zaman perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga beralih kepusat kota.

“Perhatian Pemkab hanya ke pusat kota, yakni di Cikarang, Tambun, dan Lemah Abang, dan akhirnya wilayah utara pun tertinggal,” bebernya.

Dalam kondisi ketertinggalan ini, sambung dia, ditambah perhatian yang lemah, infrastruktur yang sedikit, SDM yang rendah, akhirnya terjadilah kecemburuan sosial.

“Jadi sangat wajar jika ada kecemburuan sosial, karena peradaban itu ada di Utara kemudian beralih ke Selatan, itu wajar jika mereka cemburu. Kalau Pemkab mau mensejahterakan masyarakat, sejahterahkan dulu yang paling bawah,” ujarnya.

Sebelum kita merdeka, terang dia, kita masih dijajah, yang disejahterakan itu kan level atas atau Selatan, sementara yang mayoritasnya justru diabaikan bahkan dieksploitasi. Begitu kita merdeka sudah jelas-jelas dalam Pacasila dan UUD 1945 semua itu rakyat. Jadi seharusnya pola pikirnya yang paling pertama yang diutamakan itu lapisan paling bawah.

“Orang miskin masuk Rumah Sakit, gak punya duit itu yang diutamakan, orang yang sudah kaya gak perlu lah, mereka sudah bisa mandiri. Nah, orang miskin naik ojek saja susah,” tegasnya.

Termasuk infrastruktur seharusnya dibangun daerah yang terjauh dulu, kata dia, jadi pada saat mereka mengirimkan hasil pertaniannya mereka tidak sulit mengirimnya karena akses infrastruktur yang hancur, yang di kota ini kan pendatang baru, sedangkan yang di pelosok mungkin sudah 7 turunan di situ.

“Dahulukan yang di Pelosok yang mayoritas orang pribumi asli, jangan yang di kota yang notabanenya mereka pendatang,” pungkasnya. (Gun)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment