HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Mendikbud Buka Islamic Book Fair 2015

Mendikbud Buka Islamic Book Fair 2015
February 27
21:26 2015

HMINEWS.Com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, membuka Islamic Book Fair ke-14 di Istora Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan ini ‘Mas Menteri’ juga menyampaikan sejumlah hal, terutama mengenai pentingnya buku dan kegiatan membaca.

“Pentingnya buku, dan pentingnya membaca adalah pesan yang sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan Al-Qurán yang agung pun disebut dengan nama ‘Kitab.’ Perintah membaca ada dalam wahyu pertama, Iqra’ bismi rabbika, dan walaupun ditujukan lewat Nabi yang tidak pandai membaca, ini menunjukkan pentingnya bacaan,” kata Anies Baswedan, Jumat (27/2/2015).

Menurut Mendikbud, dalam pandangan Islam, ada ungkapan yang sangat populer bahwa sebaik-baik teman adalah buku. Karena buku dapat mempengaruhi emosi – membawa kegembiraan dan kebanggaan atau sebaliknya. Buku juga teman yang luar biasa tulus, menyampaikan apa adanya.

Dalam konteks kebudayaan, Mendikbud menyatakan, buku menggambarkan peradaban dalam konteks masyarakatnya. karenanya di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, dan di pameran (Islamic Book Fair) ini pun kita melihat bahwa buku-buku Islami itu bukan hanya yang berbicara tentang berbagai aspek ibadah maupun aqidah, namun yang mencerminkan nilai-nilai dan budaya yang sejalan dengan Islam.

“Buku-buku Islami sangat luas berbicara tentang kedamaian, keadilan, tanggung jawab pada alam, profesionalisme dalam bekerja, penghormatan pada negara, dan lain sebagainya,” ujar Anies Baswedan.

Menurut Mendikbud, dukungan pada industri perbukuan juga merupakan sebuah pesan tegas menciptakan peradaban yang lebih baik. Dalam kaitan ini komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini ditunjukkan lewat dukungannya pada peran Indonesia sebagai guest of honour di Frankfurt Book Fair 2015, yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.

Menteri Anies Baswedan melihat dari sisi pendidikan, buku terbukti merupakan alat belajar-mengajar yang sangat efektif untuk memberdayakan siswa, guru dan semua pihak yang terlibat.

“Penggunaan berbagai jenis buku yang beragam sebagai sumber belajar dan dukungan dari Pemerintah untuk menyebarluaskan konten dan pemikiran yang inovatif menjadi bagian yang sangat penting dari upaya peningkatan mutu dan juga pemerataan akses pendidikan,” kata Anies yang juga menyebut bahwa peningkatan akses terhadap pendidikan merupakan salah satu dari tiga kerangka strategis (Trisentra) Kemendikbud.

Pertama, penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan. Kedua, percepatan peningkatan mutu dan akses pendidikan. Ketiga, pengembangan efektifitas birokrasi pendidikan melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik.

Satu hal lagi yang penting, menurut Menikbud, adalah pembentukan kebiasaan membaca yang baik, setiap hari, yang dibangun di sekolah dan rumah lewat berbagai upaya.

“Pembaca yang baik, akan menjadi bagian dari pemikir dan orang-orang yang berkarya dengan baik bagi Indonesia,” kata Anies Baswedan.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment