HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Bersatu Membangun Masa Depan Indonesia

Bersatu Membangun Masa Depan Indonesia
September 22
22:53 2014

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

MMdMarilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita diberi daya dan kesempatan untuk berkumpul pada malam hari ini dalam rangka resepsi atau acara puncak Peringatan Hari Ulang Tahun KAHMI yang ke 48. Rasa syukur ini semakin dalam terasa di lubuk hati kita karena dari waktu ke waktu KAHMI dapat menunjukkan ketulusan hidzmahnya kepada nusa dan bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam waktu yang panjang KAHMI telah ikut membangun NKRI dengan segala suka dan dukanya. Banyak pejuang KAHMI yang telah mendahului kita dan masih banyak yang sampai saat ini melanjutkan kiprahnya. KAHMI memang bertekad akan terus menjaga Republik ini untuk selamanya.

Marilah pula kita kenang para pendiri HMI dan tokoh-tokoh KAHMI yang telah mendahului kita disertai ucapan terimakasih dan doa agar mereka mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, sesuai dengan amal shaleh yang telah mereka persemabahkan kepada NKRI dan telah mereka wariskan kepada kita yang masih tinggal di dunia ini. Kita mengenang dan terus bertekad untuk melanjutkan perjuangan mulia para pendahulu kita yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa dengan mendirikan dan mengurus HMI seperti Lafran Pane, Nurcholish Madjid, Achmad Titosudiro, Deliar Noer, Mintaredja, Ismael Hasa Metareum, dan lain-lain. (mengheningkan cipta)

Untuk mempekuat posisi HMI dan KAHMI dalam mosaik sejarah Indonesia, atas banyak usul dari KAHMI wilayah-wilayah, seperti KAHMI Sumatera Utara, pada tahun ini Majelis Nasional telah membentuk satu Tim yang dipimpin oleh Ketua Majelis Pakar Prof. Laode Kamaluddin yang bertugas menyiapkan segala sesuatu guna mengusulkan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadikan Prof. Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Pengusulan Prof. Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional tidaklah berlebihan mengingat HMI yang didirikannya serta KAHMI yang menjadi wadah alumninya telah berperan begitu besar bagi berdiri dan bertahannya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi dan sistem konstitusionalnya yang kokoh.

Warga KAHMI dan para hadirin yang berbahagia

menhut

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam acara penanaman pohon bakau (foto: @aKUDEV)

Dalam sepanjang perjalanannya, KAHMI sesuai dengan jatidirinya, sebagai himpunan insan akademis yang pencipta dan pengabdi KAHMI sudah menyatu dengan perjalanan bangsa dan negara kita, bukan hanya dalam menyumbang penguatan konsep ideologi dan konstitusi yang mempersatukan bangsa tetapi juga menyumbangkan orang-orangnya untuk turut mengelola negara dan mengabdi kepada bangsa di berbagai lapangan kehidupan.

Saat-saat ini kita sedang mencatat dengan bangga dan penuh syukur ke hadlirat Allah SWT bahwa salah seorang tokoh KAHMI yang juga sebagai Ketua Majelis Etik Presidium MN-KAHMI yaitu Bapak Jusuf Kalla pada tahun 2014 ini telah terpilih sebagai Wakil Presiden RI untuk keduakalinya. Tentu menjadi keharusan bagi Keluarga Besar KAHMI untuk, pada kesempatan ini, mengucapkan selamat kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla yang telah terpilih sebagai pasangan Presiden/Wakil Presiden dengan iringan doa semoga selamat dan sukses dalam melaksanakan tugas.

Kita mencatat pula bahwa di luar jabatan Wakil Presiden, peran KAHMI di lembaga-lembaga negara juga sangat signifikan. Jabatan-jabatan pimpinan di lembaga negara seperti MPR, DPR, DPD, MA, MK, KY, BPK, KPK sudah pernah atau sedang dipimpin oleh warga KAHMI. Begitu juga jabatan-jabatan penting di birokrasi pemerintahan mulai dari tingkat Pusat sampai ke unit pemerintahan terendah, juga dalam berbagai profesi serta civil society organization (CSO) sangat banyak diisi oleh orang-orang KAHMI. Kepada mereka pun kita berdoa agar sukses dalam tugas dan bisa mengakhirinya dengan selamat.

Warga KAHMI dan hadirin yang terhormat

Doa untuk para pemegang amanah dari KAHMI agar sukses dan selamat dalam tugas tersebut adalah penting oleh karena sejauh terkait dengan peran alumni HMI dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan ada saja noda hitamnya, betapapun kecilnya. Artinya, dari gumpalan besar prestasi-prestasi KAHMI itu ada juga titik-titik noda yang selalu mencerminkan dan membenarkan pepatah, “tak ada gading yang tak retak”, sehebat apa pun KAHMI pasti ada nodanya jua. Dalam catatan perburuan penegak hukum terhadap tindak pidana korupsi, misalnya, harus diakui ada beberapa alumni HMI yang diburu, ditangkap, dan dipenjarakan, seperti halnya terjadi pada kelompok-kelompok alumni organisasi mahasiswa yang lain.

Kita sering kaget dan merasa malu ketika ada alumni HMI yang digelandang ke pengadilan tipikor oleh KPK karena korupsi; sementara banyak sanjungan melangit dari masayarakat kepada KPK karena prestasinya dalam memerangi korupsi di negeri tercinta ini. Tapi banyak yang lupa atau bahkan tak perduli, bahwa sebagian besar komisioner yang ada di KPK itu adalah alumni HMI juga. Oleh sebab itu sanjungan terhadap KPK harus kita maknai juga sebagai sanjungan terhadap KAHMI. Kita boleh prihatin dan malu jika ada alumni HMI yang ditangkap KPK karena korupsi, tetapi pada saat yang sama kita juga harus bangga karena KPK yang disanjung-sanjung masyarakat itu dipimpin oleh orang-orang KAHMI juga.

Itulah sebabnya, dalam menyikapi kiprah KPK itu, secara organisastoris MN-KAHMI memberikan dukungan sepenuhnya kepada lembaga antikorupsi itu. Pokoknya, kita dukung KPK dalam berperang, memberantas, dan menindak keras para koruptor siapapun pelakunya. Kita tetap menitipkan ide dan pesan moral agar pimpinan KPK yang dari KAHMI tetap membawa idelisme KAHMI untuk menyelamatkan dan membangun Indonesia ini sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur (negara yang bersih di bawah ridha dan ampunan Tuhan) dan bukan baldatun sayyiatun wa rabbun rujuum (negara yang kotor di bawah kutukan Tuhan). KAHMI mendorong KPK untuk terus tegar memerangi korupsi tanpa pandang bulu karena hal itu adalah bagian dari misi KAHMI untuk menyelamatkan dan membangun Indonesia. Seperti dikatakan oleh warga KAHMI yang lain, yang kini menjadi hakim agung yang sangat disegani, yakni Artijo Alkostar, korupsi harus diperangi secara keras dan pelakunya harus dihukum berat karena “korupsi adalah kanker ganas yang bisa mematikan negara”. KAHMI harus ikut menjaga kesehatan negara dan menjamin keselamatannya dari korupsi sebagai kanker ganas bagi negara.

Tentu saja dukungan besar dari KAHMI terhadap KPK yang seperti itu tak menutup kemungkinan bagi dilakukannya kritik agar KPK menjadi lebih profesional dan lebih disegani. Oleh sebab itu MN-KAHMI pun mempersilahkan jika ada warga KAHMI yang melancarkan kritik terhadap KPK jika memang ada terngarai lembaga tersebut telah melakukan unprofessional dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tetapi pada intinya, KAHMI mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam memerangi korupsi karena perang terhadap korupsi adalah bagian dari misi KAHMI, tetapi KAHMI juga mempersilahkan warganya untuk mengritik dan mengawasi KPK agar dalam melaksanakan tugasnya tetap profesional, menegakkan keadilan tanpa mengabaikan perlindungan terhadap Hak Azasi Manusia.

Warga KAHMI dan hadirin yang berbahagia

Peringatan Hari Ulang Tahun KAHMI yang ke-48, tahun 2014, ini mengambil thema “Bersatu Membangun Masa Depan Indonesia”. Pemilihan topik ini ditentukan melalui diskusi mendalam di Presidium MN KAHMI karena dua hal. Pertama, sejak awal KAHMI menjadikan kebersatuan bangsa Indonesia sebagai salah satu hal yang utama dalam platform perjuangannya, sebab, yang akan kita bangun adalah Indonesia yang persatuannya kokoh sehingga dengan itu bisa dibangun sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Oleh sebab itu, dalam sutuasi dan dengan cara apa pun KAHMI harus menguatkan kebersatuan Inodnesia sebagai dasar dan tujuan perjuangannya.

Kedua, pada saat ini kita baru saja keluar dari kontes politik nasional yang meriah, tetapi juga menegangkan dan panas yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Kita menyaksikan secara benderang bahwa telah terjadi polarisasi yang cukup tajam di tengah-tengah masyarakat kita dalam Pilpres ini karena perbedaan pemberian dukungan. Warga KAHMI sendiri, seperti halnya masyarakat pada umumnya, mempunyai pilihan politik yang berbeda-beda sehingga sejak awal kita bersepakat untuk tidak menggunakan institusi KAHMI dalam mendukung atau tidak mendukung salah satunya.

Alhamdulillah, Pilpres itu sendiri sudah selesai dengan hasil yang sah baik secara demokrasi (kedaulatan rakyat) maupun secara nomokrasi (kedaulatan hukum). Namun, diakui atau tidak diakui, pembelahan politik dalam Pilpres itu sampai sekarang belum sepenuhnya pulih karena di sana sini masih terjadi pergulatan atau gap psikologi. Ada kekhawatiran, jangan-jangan stabilitas atau kelancaran tugas-tugas pemerintahan kita ke depannya terganggu. Di sinilah letak pentingnya untuk menekankan agar seluruh warga KAHMI bekerja keras agar bangsa Indonesia tetap bersatu.

Persatuan, meminjam istilah Bung Hatta, bukanlah persatean yang menyebabkan orang selalu membebek dan tidak bisa kreatif untuk keluar dari satu pengendalian yang hegemonik. Persatuan harus kita bangun dalam visi dan platform untuk mencapai tujuan-tujuan kita berbangsa dan bernegara tetapi dengan posisi politik dan langkah-langkah yang ditempuh bisa saling berbeda, tidak harus disusun seperti setusuk sate.

Dalam konteks inilah  KAHMI mengajak seluruh warganya untuk memandang atau mengarahkan keberlanjutan perkubuan politik pasca Pilpres antara kubu Koalisi Merah Putih dan Kubu Indonesia Hebat agar keduanya bersatu demi Indonesia meski berbeda dalam pilihan dan langkah-langkah politik untuk mencapai tujuan yang sama. Ibaratnya kedua koalisi ini menuju tempat yang sama yakni masa depan Indonesia yang lebih baik tetapi melalui jalan dan peran yang berbeda. Adalah baik seandainya kebersatuan itu bisa disepakati melalui kebersamaan dan kerjasama atau gotong royong baik di legislatif maupun di eksekutif secara paralel tanpa perkubuan. Tetapi manakala kerjasama atau gotong royong seperti itu tidak bisa dilakukan maka memilih posisi yang berbeda tetap bisa baik bagi bangsa dan negara asal tujuannya tetap sama yakni membangun kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Keduanya tidak boleh bermusuhan tetapi boleh berkompetisi untuk kebaikan masa depan Indonesia melalui posisi masing. Memang polarisasi perkubuan koalisi sekarang ini bisa dilihat sebagai negatif karena berpotensi melahirkan pemerintahan yang tidak stabil atau penuh hambatan, tetapi bisa juga dipandang dan dijadikan sebagai hal yang positif dalam menguatkan pembagian tugas pemerintahan dalam artinya yang luas. Kita bisa menjadikan situasi perkubuan koalisi yang asa sekarang ini  sebagai hal yang positif yakni menjadikannya sebagai momentum untuk memulai membangun saling kontrol dan keseimbangan (checks and balances) secara sehat dalam sistem ketatanegaraan. Yang satu bisa mengelola eksekutif sedangkan yang lainnya bisa berkosentrasi untuk mengimbangi secara sehat di legislatif melalui posisi dan fungsi konstitusionalnya masing-masing di dalam sistem Presidensiil.

Warga KAHMI yang secara nyata banyak bergabung di kedua itu dapat berperan aktif untuk menyatukan tujuan dalam pilihan jalan politik yang berbeda itu melalui pemberian dukungan secara kuat terhadap pihak yang didukungnya, yang mana pun itu. Kalau ini bisa dilakukan dengan baik maka sistem ketatanegaraan kita ke depan akan semakin sehat dengan hadirnya checks and balances yang bukan untuk saling menghambat tetapi saling bersinergi untuk kesejahteraan rakyat kita. Kita tak perlu tersandera oleh pendapat, bahwa di dalam sistem Presidensiil tak dikenal koalisi karena koalisi hanya ada di dalam sistem parlementer. Saya selalu mengatakan bahwa hukum tata negara di suatu negara itu tidak tunduk pada teori dan tidak harus mengikuti yang berlaku di negara lain. Tidak ada teori hukum tata negara yang asli karena setiap hukum tata negara yang dimuat di dalam konstitusi itu dibuat berdasarkan kebutuhan domestiknya sendiri-sendiri. Apa yang harus kita lakukan adalah apa yang tertulis secara resmi di dalam konstitusi; sedangkan yang tak dilarang secara resmi di dalam konstitusi dan hukum, seperti koalisi, adalah boleh dilakukan sepanjang dibutuhkan dalam realitas politik dan masih dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan guna mencapai tujuan negara yakni kesejahteraan rakyat.

Warga KAHMI dan hadirin yang berbahagia

Di antara rangkaian peringatan HUT KAKHMI ke 48 ini Presidium Majelis Nasional juga telah menyelenggarakan simposium tentang “Cetak Biru Indonesia Masa depan” serta seminar tentang kedaulatan pangan dan ketahanan energi. Kita bersyukur bahwa ternyata warga KAHMI mempunyai ahli-ahli hampir dalam semua bidang IPTEK. Kita mempunyai ahli-ahli di bidang ekonomi, kelautan, kehutanan, perhubungan, kesehatan, pendidikan, IT, pangan, lingkungan, hukum, politik, geografi, dan semua bidang yang tak mungkin disebutkan satu persatu. Puji syukur ke hadhirat Allah, kemerdekaan yang diperoleh atas berkat rahmat Allah telah memungkinkan bangsa ini melahirkan banyak pemimpin dan banyak ahli, termasuk pemimpin dan ahli yang pernah melalui penggodokan pematangannya di kawah candradimuka, HMI dan KAHMI.

Melalui simposium dan seminar yang diadakan awal pekan ini kita menjadi tahu bahwa para ahli yang kita miliki dapat mengidentifikasi dengan baik persoalan yang kita hadapi dalam setiap bidang dan tahu pula bagaimana cara mengatasinya. Ibarat dokter, para ahli yang kita miliki sudah bisa mendiagnosa penyakit dan menentukan panasea atau terapinya. Sayangnya, meskipun kita berhasil merumuskan diagnosa dan terapi serta panasea untuk berbagai persoalan tetapi cara melaksanakan terapi itu berjalan semrawut, tidak terkordiner dengan baik, dan cenderung berjalan sendiri-sendiri karena ego sektoral. Itulah sebabnya, ketika kita mengupayakan mencari cetak biru maka yang ditemukan, meminjam istilah tokoh KAHMI Prof. Anwar Arifin, adalah cetak buram.

Salah satu kesimpulan penting dari simposium dan seminar yang kita laksanakan kemarin adalah bahwa kita memerlukan kepemimpinan yang kuat. Yakni kepemimpinan yang visioner serta dapat secara tegas melakukan pilihan-pilihan kebijakan untuk melaksanakan pemerintahan dan pembangunan secara terkordinasi dan terarah sesuai dengan kebijakan yang telah dipilih guna mencapai target bersama. Saat ini kita berada pada momentum yang tepat untuk menyerasikan langkah di bawah satu visi yang kuat dengan pilihan kebijakan tentang arah dan terapi yang terpadu karena kita akan segera mempunyai pemerintahan yang baru. Seluruh warga KAHMI harus berperan melalui posisinya masing-masing untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik dengan membantu pemerintahan yang baru baik di eksekutif maupun di legislatif serta di cabang-cabang dan ranting pemerintahan lainnya.

Dirgahayulah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam.

Jakarta, 19 September 2014
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI

Prof. Moh. Mahfud MD

*) Pidato Kordinator Presidium Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Prof. Dr. Moh. Mahfud MD pada Resepsi Peringatan HUT KAHMI ke 48 di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Jum’at 19 September 2014.

Tags
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment