HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Anas Dituntut 15 Tahun Penjara

Anas Dituntut 15 Tahun Penjara
September 11
20:06 2014
AU

Anas Urbaningrum (net)

HMINEWS.Com – Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Tipikor menuntut Anas Urbaningrum dengan hukuman 15 tahun penjara. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga didenda Rp 94,180 miliar dan USD 5,261 juta.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Anas Urbaningrum berupa pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” hakim Yudi Kristiana membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Kamis (11/9/2014) sore.

Jaksa penuntut umum menyatakan Anas terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang, yang dilakukan dengan rekannya, Kholilur Abdullah Salaf dalam usaha pertambangan PT Arina Kota Jaya. Selain itu, harta benda yang dinyatakan sebagai hasil dari tindak pidana pencucian uang disita negara.

Semua harta benda yang dinyatakan sebagai hasil pencucian uang termasuk lahan untuk Yayasan Ali Maksum Yogyakarta, dirampas negara. “Tetapi guna tetap terlaksananya fungsi sosial, pendidikan dan keagamaan dan kepentingan umum, maka pengelolaan dan pemanfaatannya diserahkan kepada Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta,” lanjutnya.

Selain itu, jika Anas tidak mampu  mengganti kerugian negara yang harus dibayar sebagai ganti uang yang dinyatakan diperoleh dari tindak pidana korupsi, maka ia akan menjalani hukuman tambahan 4 tahun sebagai gantinya.

Dicabut Hak untuk Dipilih dalam Jabatan Publik

“Empat, menjatuhkan hukuman tambahan terhadap terdakwa berupa hak untuk dipilih dalam jabatan publik. Lima, pencabutan izin usaha pertambangan,” lanjut Jaksa Yudi Kristiana.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment