HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

DKPP Jatuhkan Sanksi Pelanggaran Kode Etik Pemilu

DKPP Jatuhkan Sanksi Pelanggaran Kode Etik Pemilu
August 23
15:05 2014

HMINEWS.Com – 13 putusan sanksi dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk penyelenggara Pemilihan Umum dari tingkat pusat, provinsi hingga tingkat kabupaten/ kota atas pelanggaran kode etik yang terjadi dalam Pilpres 2014. Sanksi berupa peringatan dan pemecatan.

Putusan dijatuhkan untuk anggota KPU Pusat, Bawaslu Pusat, KPU DKI Jakarta, KPU Jawa Timur, KPU Kabupaten Halmahera Timur, KPU Kota Surabaya, Panwaslu Kabupaten Banyuwangi, Panwaslu Kabupaten Sukoharjo dan KPU Kabupaten Dogiyai. Sidang pembacaan putusan diketuai Jimly Asshiddiqie, dengan anggota Anna Erliyana, Nur Hidayat Sardini, Saut Hamonangan Sirait dan Valina Singka Subekti, Kamis (21/8/2014).

Anggota Majlis Sidang DKPP Saut Hamonangan Sirait menyebut sembilan orang dipecat, yaitu Didimus Dogomo, Yohanes Iyai, Ev Emanuel Keiya, Yulianus Agapa, dan Palfianus Kegou selaku lima anggota KPU Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua. Kelima telah melanggar kode etik Pilpres 2014 di dua distrik Mapia Barat dan Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan hilangnya hak warga sekitar untuk menggunakan hak pilihnya.

Selain itu, DKPP juga membacakan putusan terkait pelaksanaan Pemilu Legislatif, sanksi pemberhentian diberikan kepada dua anggota KPU Kabupaten Serang; Luthfi Nuriman dan Adnan Hamsin. “Mereka telah meminta uang pengamanan, dan ada bukti transfernya ketika Pileg 2014. DKPP berpendapat mereka melanggar kode etik,” ucap Hamonangan.

Anggota Panwaslu Banyuwangi yang dipecat adalah Rorry Desrino Purnama dan Totok Hariyanto yang terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu, dinyatakan telah menggunakan fasilitas negara yang diduga digunakan untuk kegiatan kampanye salah satu kandidat.

Jimly juga menuturkan DKPP memberi sanksi peringatan pada 30 orang penyelenggara pemilu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Sementara 20 orang yang tidak terbukti melanggar kode etik harus direhabilitasi untuk dikembalikan nama baiknya.

“Jadi, dari 16 perkara sidang pleno pelanggaran kode etik ini, sembilan anggota KPU atau Panwaslu diberhentikan dan 20 orang harus direhabilitasikan,” katanya.

Sidang pembacaan putusan dihadiri Ketua Husni Kamil Manik beserta Komisioner Sigit Pamungkas, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Arief Budiman dan Hadar Nafis Gumay, serta perwakilan kedua pasangan capres-cawapres.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment