HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Mahfud MD: Pascapilpres KAHMI Kembali ke Khittah

Mahfud MD: Pascapilpres KAHMI Kembali ke Khittah
August 23
10:37 2014
syawalan kahmi

Mahfud MD dalam acara Silaturahmi Idul Fitri Majlis Nasional KAHMI di Nusantara V Senayan, Selasa (19/8/2014). Foto MMD4ID

HMINEWS.Com – Syawalan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) diadakan di Gedung Nusantara V, Senayan Jakarta. Banyak alumni yang hadir, termasuk Akbar Tanjung, Mahfud MD, dengan tuan rumah Irman Gusman, Selasa (19/8/2014).

Koordinator Majlis Nasional KAHMI, Mahfud MD dalam sambutannya menyatakan, usai Pilpres yang telah dilalui bersama, KAHMI harus kembali kepada khittahnya. Berusaha menegakkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmatan lil Indunisiyyin. Karena, menurutnya, “KAHMI itu himpunan cendekiawan, bukan himpunan sarjana, karena kalau sarjana itu diartikan sebagai orang yang mempunyai ijazah tertentu karena keahlian dan kualifikasi bidang tertentu. Tetapi kalau cendikiawan itu juga sarjana tapi juga punya tanggungjawab, punya sikap pengabdian, membangun masyarakat adil dan makmur.”

Ia mengingatkan, setelah melalui 2 bulan waktu yang cukup memanas karena kontestasi politik, semua harus menghormati posisi masing-masing. KAHMI membiarkan anggotanya mengambil pilihan-pilihan politik, tetapi tidak membolehkan bendera KAHMI digunakan oleh siapapun.

“Oleh sebab itu selama kontestasi politik, yang terlibat dalam pilihan-pilihan politik itu tidak aktif dulu, dengan kesepakatan sesudah Pilpres selesai, maka kita kembali ke satu dan mengembangkan posisi masing-masing, menghormati posisi masing-masing untuk mengambil peran. Yang menang kita beri kesempatan untuk melaksanakan tugas-tugas, melaksanakan misi KAHMI dalam kemenangannya, yang kalah juga memposisikan diri sebagai orang yang membawa misi KAHMI sesuai dengan posisi masing-masing,” lanjutnya.

Apapun hasil Pilpres, ia menyerukan agar semua menerima sebagai produk yang konstitusional. “Karena kalau kita teruskan, tidak selesai-selesai, kapan kita bekerja,” tandasnya.

Tags
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment