HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Gaza Diserang, Dimana Dewan Keamanan PBB?

Gaza Diserang, Dimana Dewan Keamanan PBB?
July 10
16:13 2014

gazaHMINEWS.Com – Dunia internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) diam atas seraengan israel ke Gaza, Palestina. Hal itu menandakan matinya keadilan, sebab DK PBB selalu tidak bisa berkutik jika kekerasa dilakukan pihak israel.

“Dunia internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB gagal menetapkan resolusi dan mengkriminalisasikan pelaku kejahatan perang Israel. Negara pembela keadilan bagi Palestina selalu kalah oleh Hak Veto yang menjadi andalan negara-negara adidaya anggota Dewan Keamanan PBB,” kata Staf Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia PB HMI MPO, R Aria Bima Sakti, Kamis (10/7/2014).

Bima mengingatkan tidak berfungsinya Deklarasi untuk Hak Asasi Manusia 10 Desember 1948 Duham bagi Palestina. Sedangkan Israel selalu melakukan invasi militer dengan alasan peluncuran roket Hamas ke wilayahnya.

“Memang Konvensi Jenewa menjelaskan substansi bahwa ‘Anggota DK PBB berhak mempertahankan diri dari serangan negara tau kelompok lain. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak terbukti. Amerika dan sekutunya pun menyatakan itu adalah upaya pertahanan diri, dan pasal 55 menjelaskan agar ‘Penjajah, dalam hal ini Israel, harus menyediakan barang yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil.’ Kenyataannya waga sipil lah yang banyak menjadi korban. Israel sama sekali tidak mematuhi hukum pada pasal tersebut,” tandas Bima.

Bima mendesak warga dunia harus mempersoalkan kejahatan serta pelanggaran hukum dan hak asasi manusia ke Mahkamah Internasional yang memiliki kewenangan atas  hal tersebut.

“Invasi terus-menerus yang dilakukan israel jelas melanggar Konvensi Jenewa 12 Agustus 1949. Pada pasal 46 dijelaskan ‘Untuk menghukum setiap orang (negara dan kelompok) yang diduga melakukan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa,” tegas Bima.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment