HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Prakiraan Pertumbuhan Ekonomi 2014 Meleset

May 16
03:35 2014

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014menurut APBN (ditetapkan Oktober 2013) adalah 6%. Menkeu beberapa hari lalu mengatakan bahwa pemerintah akan merevisi target itu menjadi 5,5%, akan dituangkan dalam RAPBN-P 2014 yang rencananya diajukan ke DPR pada 20 Mei 2014.

Bank Indonesia mengeluarkan prakiraan pada Maret 2014 (dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2013), di kisaran 5,5%-5,9%. BI merevisinya pada awal bulan Mei ini (dalam Laporan Kebijakan Moneter triwulan I-2014) menjadi 5,1-5,5%.

Bank Dunia mengeluarkan angka 5,3% dalam proyeksi Indonesia Economic Quarterly (IEQ) edisi bulan Desember 2013. Angka itu tetap dipertahankan dalam Maret 2014.

Sementara itu, publikasi BPS awal Mei melaporkan bahwa Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2014 dibandingkan triwulan IV-2013 adalah sebesar 0,95 % (q-on-q). Sedangkan jika dibandingkan triwulan I-2013 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,21 %. Pertumbuhan sebesar 0,95% itu adalah lebih buruk dari kondisi triwulan pertama pada tahun-tahun sebelumnya. Yaitu: 1,44% (2013), 1,59 %(2012), 1,69 %(2011), 2,04% (2010), dan 1,67% (2009). Bahkan lebih buruk dibandingkan dengan triwulan I-2009, yang kemudian mencatatkan pertumbuhan 4,63% setelah setahun diakumulasi.

Maka, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2014 berada di bawah angka 5%.

Salah satu masalah, tidak ada sangsi apa pun atas melesetnya target dari otoritas ekonomi. Padahal amat mempengaruhi seluruh perhitungan APBN, dan mustinya Pemerintah dan DPR bertanggung jawab. Asumsi Bank Indonesia yang meleset jauh juga berpengaruh pada antisipasi kebijakan moneter yang tidak tepat.

Pemerintah (dan DPR) dan Bank Indonesia seolah menjadi pengamat ekonomi belaka dalam target atau asumsi pertumbuhan ekonomi. Padahal dampak kesalahan itu amat besar dalam kebijakan ekonomi dan moneter yang mereka ambil.

Awalil Rizky

Ketua II Perhimpunan BMT Indonesia

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment