HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Prakiraan Pertumbuhan Ekonomi 2014 Meleset

May 16
03:35 2014

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014menurut APBN (ditetapkan Oktober 2013) adalah 6%. Menkeu beberapa hari lalu mengatakan bahwa pemerintah akan merevisi target itu menjadi 5,5%, akan dituangkan dalam RAPBN-P 2014 yang rencananya diajukan ke DPR pada 20 Mei 2014.

Bank Indonesia mengeluarkan prakiraan pada Maret 2014 (dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2013), di kisaran 5,5%-5,9%. BI merevisinya pada awal bulan Mei ini (dalam Laporan Kebijakan Moneter triwulan I-2014) menjadi 5,1-5,5%.

Bank Dunia mengeluarkan angka 5,3% dalam proyeksi Indonesia Economic Quarterly (IEQ) edisi bulan Desember 2013. Angka itu tetap dipertahankan dalam Maret 2014.

Sementara itu, publikasi BPS awal Mei melaporkan bahwa Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2014 dibandingkan triwulan IV-2013 adalah sebesar 0,95 % (q-on-q). Sedangkan jika dibandingkan triwulan I-2013 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,21 %. Pertumbuhan sebesar 0,95% itu adalah lebih buruk dari kondisi triwulan pertama pada tahun-tahun sebelumnya. Yaitu: 1,44% (2013), 1,59 %(2012), 1,69 %(2011), 2,04% (2010), dan 1,67% (2009). Bahkan lebih buruk dibandingkan dengan triwulan I-2009, yang kemudian mencatatkan pertumbuhan 4,63% setelah setahun diakumulasi.

Maka, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2014 berada di bawah angka 5%.

Salah satu masalah, tidak ada sangsi apa pun atas melesetnya target dari otoritas ekonomi. Padahal amat mempengaruhi seluruh perhitungan APBN, dan mustinya Pemerintah dan DPR bertanggung jawab. Asumsi Bank Indonesia yang meleset jauh juga berpengaruh pada antisipasi kebijakan moneter yang tidak tepat.

Pemerintah (dan DPR) dan Bank Indonesia seolah menjadi pengamat ekonomi belaka dalam target atau asumsi pertumbuhan ekonomi. Padahal dampak kesalahan itu amat besar dalam kebijakan ekonomi dan moneter yang mereka ambil.

Awalil Rizky

Ketua II Perhimpunan BMT Indonesia

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment