HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Membongkar Mitos Neolib

April 19
06:44 2014

Upaya Merebut Kembali Makna Pembangunan

oleh Ha-Joon Chang dan Ilene Grabel

Sebuah buku yang diterbitkan oleh INSIST press ini mengajukan sebuah kritik dan tesis baru tentang sistem ekonomi global saat ini. “Tidak ada alternatif” bagi ekonomi neoliberal. Pernyataan ini harus menjadi sikap dasar pengembangan kebijakan pembangunan internasional. Dalam buku ini, dua pakar ekonomi, Ha-Joon Chang dan Ilene Grabel, memaparkan dengan gamblang pembentukan pola pikir umum di lembaga-lembaga pendidikan tentang pertumbuhan perekonomian dan kebijakan yang mesti diikuti semua warga, sesuatu yang telah menjadi asumsi umum tentang pembentukan kebijakan pembangunan internasional yang berkembang selama ini. Kedua penulis ini kemudian menggabungkan data dan membongkar logika ekonomi disertai analisis berdasarkan pengalaman sejarah perekonomian Barat dan Asia Timur sepanjang masa pembangunannya, sebagai upaya untuk mempertanyakan keabsahan model pembangunan Neoliberalisme.

Para penulis menyusun alternatif praktis dan kongkrit sebagai sanggahan terhadap kebijakan ekonomi neoliberal. Alternatif yang diajukan oleh penulis ini mencakup berbagai kebijakan utama dalam perekonomian, yakni kebijakan perdagangan dan industri, privatisasi, hak kekayaan intelektual; pinjaman luar negeri, investasi portfolio, dan investasi langsung asing (FDI), aturan finansial dalam negeri; manajemen nilai tukar, bank sentral dan kebijakan moneter, serta pendapatan dan pengeluaran Pemerintah. Dalam uraiannya, kedua penulis ini mengajukan beberapa usulan penting yang sudah terbukti di seluruh dunia, dipadukan dengan beberapa ketentuan baru dari temuan mereka sendiri.

Buku ini diharapkan dapat membangkitkan sebuah model perlawanan dan kritik yang baru terhadap sistem neolib. Pemberontakan negara-negara berkembang yang tidak ingin lagi didikte oleh IMF maupun World Bank. Sebuah buku sebanyak 227 halaman yang patut dibaca oleh mereka yang kritis.

Bhima Yudhistira

Anggota Formatur LAPMI PB HMI

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

2 Comments

  1. Pustaka Sempu
    Pustaka Sempu September 28, 17:38

    Terimakasih telah mengulas buku INSISTPress. Rehal buku ikut dilansirkan di: http://blog.insist.or.id/insistpress/arsip/2122

    Reply to this comment

Write a Comment