HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

PT DI Produksi Massal Pesawat Ringan N219

PT DI Produksi Massal Pesawat Ringan N219
September 03
20:06 2013

HMINEWS.Com – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sedang mengembangkan pesawat berbadan ringan N219 sebagai regenerasi N250 yang pernah dirintis BJ Habibie tahun 90-an lalu. N219 akan menjadi produk unggulan yang dirancang dan dibuat 100 persen oleh putra-putri Indonesia di Bandung-Jawa Barat.

Menurut Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, untuk bertahan maka PT DI harus berorientasi pasar dan tidak semata mengikuti kebutuhan pemerintah. Marketingnya pun harus benar-benar bagus supaya produk yang dihasilkan dapat terserap pasar.

“Kita harus berpikir market. Jadi, Jangan insinyur melihat ini bagus lalu kita bikin. Jadi bukan idealisme sebagai engineer tapi bagaimana kita berpikir pasar,” lanjutnya, Selasa (3/9/2013).

Sebagai kelanjutan dari N250, dalam pembuatan N219 tidak mendatangkan tenaga asing, tetapi dengan tenaga yang 100 persen Indonesia yang telah dididik dan dilatih para ilmuwan dan senior mereka di PT DI.

N219 nantinya akan menjadi pesaing pesawat Twin Otter yang telah dirancang sejak tahun 1960-an. Dengan desain dan teknologi terbaru, pesawat N219 akan mampu bersaing, apalagi kebutuhan wilayah Indonesia sangatlah besar terhadap pesawat berbadan kecil.

“Di Indonesia masih banyak tempat. Kenapa market Indonesia yang besar nggak dimaksimalkan. Market terbesar kedua Australia, kemudian di Afrika, dan lain-lain. Kita market terbesar jadi harus manfaatkan pasar besar ini,” katanya.

Dijelaskan pula, pesawat N219 akan diluncurkan pada akhir 2014 dan sudah ada sejumlah negara yang mulai melirik dan berminat membelinya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment