HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

PT DI Produksi Massal Pesawat Ringan N219

PT DI Produksi Massal Pesawat Ringan N219
September 03
20:06 2013

HMINEWS.Com – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sedang mengembangkan pesawat berbadan ringan N219 sebagai regenerasi N250 yang pernah dirintis BJ Habibie tahun 90-an lalu. N219 akan menjadi produk unggulan yang dirancang dan dibuat 100 persen oleh putra-putri Indonesia di Bandung-Jawa Barat.

Menurut Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, untuk bertahan maka PT DI harus berorientasi pasar dan tidak semata mengikuti kebutuhan pemerintah. Marketingnya pun harus benar-benar bagus supaya produk yang dihasilkan dapat terserap pasar.

“Kita harus berpikir market. Jadi, Jangan insinyur melihat ini bagus lalu kita bikin. Jadi bukan idealisme sebagai engineer tapi bagaimana kita berpikir pasar,” lanjutnya, Selasa (3/9/2013).

Sebagai kelanjutan dari N250, dalam pembuatan N219 tidak mendatangkan tenaga asing, tetapi dengan tenaga yang 100 persen Indonesia yang telah dididik dan dilatih para ilmuwan dan senior mereka di PT DI.

N219 nantinya akan menjadi pesaing pesawat Twin Otter yang telah dirancang sejak tahun 1960-an. Dengan desain dan teknologi terbaru, pesawat N219 akan mampu bersaing, apalagi kebutuhan wilayah Indonesia sangatlah besar terhadap pesawat berbadan kecil.

“Di Indonesia masih banyak tempat. Kenapa market Indonesia yang besar nggak dimaksimalkan. Market terbesar kedua Australia, kemudian di Afrika, dan lain-lain. Kita market terbesar jadi harus manfaatkan pasar besar ini,” katanya.

Dijelaskan pula, pesawat N219 akan diluncurkan pada akhir 2014 dan sudah ada sejumlah negara yang mulai melirik dan berminat membelinya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment