HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Regenerasi Kepemimpinan Politik Kaum Muda, Suatu Keharusan

September 12
01:36 2013

HMINEWS.Com – Regenarasi dalam politik adalah sesuatu yang alamiah.  Sayangnya ada problem regenasi dalam tubuh parpol-parpol. Golkar adalah salah satu partai yang paling parah dalam regenarasi. Anak-anak muda brilian seperti Yudhi Krisnandi, Ferry Mursyidan Baldan harus atau dipaksa keluar dari partai, oleh pertarungan politik internal partai yang tidak win-win solution. Demikian disampaikan oleh peneliti senior LIPI Ikrar Nusa Bakti dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Rumah Kebangsaan di Jakarta (11/9/2013).

Ikrar juga memberikan contoh yang terjadi di tubuh Partai Demokrat (PD). Terlepas dari kesalahan yang diperbuatnya, Anas Urbaningrum adalah sosok muda yang memiliki gagasan brilian ditubuh PD. Anas ingin mengubah ketergantungan PD pada figuritas tunggal pada SBY. Sayangnya Anas terpangkas di tengah jalan, akibatnya sampai hari ini iklan-iklan demokrat masih menampilkan SBY sebagai tokoh sentralnya.

“Oleh karena itu tidak heran jika saat ini imej tumbuhnya politisi muda di tubuh PDIP lebih tinggi dari pada di PD”, ungkap Ikrar lebih lanjut.

Pembicara lain, Philips Vermonte dari CSIS mengungkapkan bahwa idealnya parpol adalah aktif mencari alternatif pemimpin-pemimpin muda untuk dikader dan kemudian didorong menjadi pemimpin politik. Sayangnya yang terjadi saat ini justru sebaliknya, aktor-aktor politik melamar ke parpol untuk dinaikkan menjadi pemimpin politik. Dampaknya, biaya politik menjadi sangat mahal, mereka harus membeli tiket parpol dan bahkan menyewa konsultan untuk pencitraan.

Oleh karena itu, ke depan kaum muda harus memiliki keberanian untuk bertarung dalam kancah politik. Kaum muda jangan pernah takut melawan dinasti-dinasti politik yang seringkali menghegemoni Parpol.

Diskusi yang dipandu oleh pengelola Rumah Kebangsaan Teten Masduki tersebut, juga dihadiri oleh Komaruddin Hidayat, Arya Bima dan politikus muda lainnya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment