HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Regenerasi Kepemimpinan Politik Kaum Muda, Suatu Keharusan

September 12
01:36 2013

HMINEWS.Com – Regenarasi dalam politik adalah sesuatu yang alamiah.  Sayangnya ada problem regenasi dalam tubuh parpol-parpol. Golkar adalah salah satu partai yang paling parah dalam regenarasi. Anak-anak muda brilian seperti Yudhi Krisnandi, Ferry Mursyidan Baldan harus atau dipaksa keluar dari partai, oleh pertarungan politik internal partai yang tidak win-win solution. Demikian disampaikan oleh peneliti senior LIPI Ikrar Nusa Bakti dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Rumah Kebangsaan di Jakarta (11/9/2013).

Ikrar juga memberikan contoh yang terjadi di tubuh Partai Demokrat (PD). Terlepas dari kesalahan yang diperbuatnya, Anas Urbaningrum adalah sosok muda yang memiliki gagasan brilian ditubuh PD. Anas ingin mengubah ketergantungan PD pada figuritas tunggal pada SBY. Sayangnya Anas terpangkas di tengah jalan, akibatnya sampai hari ini iklan-iklan demokrat masih menampilkan SBY sebagai tokoh sentralnya.

“Oleh karena itu tidak heran jika saat ini imej tumbuhnya politisi muda di tubuh PDIP lebih tinggi dari pada di PD”, ungkap Ikrar lebih lanjut.

Pembicara lain, Philips Vermonte dari CSIS mengungkapkan bahwa idealnya parpol adalah aktif mencari alternatif pemimpin-pemimpin muda untuk dikader dan kemudian didorong menjadi pemimpin politik. Sayangnya yang terjadi saat ini justru sebaliknya, aktor-aktor politik melamar ke parpol untuk dinaikkan menjadi pemimpin politik. Dampaknya, biaya politik menjadi sangat mahal, mereka harus membeli tiket parpol dan bahkan menyewa konsultan untuk pencitraan.

Oleh karena itu, ke depan kaum muda harus memiliki keberanian untuk bertarung dalam kancah politik. Kaum muda jangan pernah takut melawan dinasti-dinasti politik yang seringkali menghegemoni Parpol.

Diskusi yang dipandu oleh pengelola Rumah Kebangsaan Teten Masduki tersebut, juga dihadiri oleh Komaruddin Hidayat, Arya Bima dan politikus muda lainnya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment