HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Diklat Sarjana Penggerak Desa Angkatan 23 Dimulai

September 03
22:36 2013

Upacara Pembukaan Diklat PSP3 di Rindam Jaya (foto: @bahrizeee)

HMINEWS.Com – Pendidikan dan Latihan (Diklat) pembekalan program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. Upacara pembukaan diadakan di Rindam Jaya, Condet Jakarta Timur, Selasa (3/9/2013).

Dalam pembukaan tersebut, Roy mengatakan, pembangunan di desa-desa memerlukan inovasi pemikiran dan kreativitas, agar roda perekonomian pedesaan dapat digerakkan secara berkelanjutan untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang dicita-citakan.

Dengan alasan pembangunan itu, pemerintah mengajak para pemuda sarjana yang menuntut ilmu di kota-kota besar agar segera kembali ke desa-desa. Dengan harapan, mereka bisa mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh selama di perguruan tinggi.

“Program PSP3 ini patut kita dukung berdaya guna dan berhasil guna bagi kemajuan desa, khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” lanjutnya.

PSP3 tahun 2013 ini merupakan angkatan ke-23. Sebanyak 1.000 pemuda sarjana yang direkrut dari 33 provinsi tergabung di dalamnya, namun yang sampai mengikuti diklat 814 orang. Mereka akan dibekali pendidikan dan pelatihan untuk memanfaatkan potensi yang ada di desa-desa.

Nantinya mereka akan dikirim ke desa-desa, di mana 2 pemuda sarjana hanya akan ditempatkan pada 1 desa saja selama dua tahun. Artinya, ada 500 desa yang akan menjadi tempat tujuan para pemuda sarjana ini. Sehingga jumlah desa yang dibina menjadi semakin banyak atau meluas dan dilakukan secara lintas pulau dengan pembagian wilayah penempatan dalam 5 zona.

Selama diklat, para pemuda sarjana ditempatkan di Pusat Pembelajaran Rindam Jaya, mulai 31 Agustus – 14 September 2013, berupa pembekalan teknis, pengetahuan dan mental.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment