HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Tak Mau Olah Emas Di Indonesia, Freeport Dipersilakan Hengkang

August 14
16:06 2013

HMINEWS.Com – PT Freeport dipersilakan hengkang dari Indonesia jika tetap menolak untuk mematuhi undang-undang yang melarang membawa ke luar (ekspor) bahan mentah dari Indonesia. Dengan larangan tersebut, semua perusahaan yang mengeksploitasi sumberdaya alam Indonesia harus membangun sarana industri hilir (smelter).

“Saya persilakan mereka (Freeport) jika mau keluar dan meninggalkan Indonesia. Jika memang itu yang harus dibayar jika melawan hukum dan undang-undang,” kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (14/8/2013).

Menurut Hidayat, sejak diimplementasikan UU Nomor 4 Tahun 2009 soal larangan ekspor bahan mentah oleh pemerintah, banyak perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan menolak aturan tersebut, di antaranya PT. Freeport Indonesia dan PT. Newmont. MS Hidayat menegaskan pemerintah tidak akan memberikan perlakuan khusus untuk Freeport dan Newmont yang sudah puluhan tahun mengeruk emas dari Indonesia tersebut.

“Tidak ada perusahaan asing di Indonesia yang akan mendapat privilege untuk menentang hukum. Termasuk juga Freeport dan Newmont,” tambahnya.

Pemerintah berjanji akan memberikan kebijakan alternatif, sehingga apabila perusahaan tersebut hengkang, produksi dalam negeri tidak menurun. Namun, Hidayat tetap berharap ada kerjasama yang baik antara pemerintah dengan perusahaan tambang asing.

“Yang terpenting harus ada goodwill untuk menghormati hukum yang ada dan melakukan hilirisasi. Juga kami ingin melihat semua perusahaan commited untuk tidak mengekspor bahan mentah,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah tetap meminta Freeport Indonesia untuk mengolah seluruh hasil tambangnya dengan membangun smelter di dalam negeri selambat-lambatnya 2014. Hal tersebut merupakan salah satu syarat mutlak dalam UU Nomor 4/2009 tentang mineral dan batu bara yang harus dipenuhi Freeport jika ingin terus beroperasi di Indonesia.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment