HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Menjadi Indonesia

August 12
18:57 2013

Judul asli: Menjadi Indonesia
Pengarang: Parakitri T. Simbolon
Penerbit: Kompas
Hal: 846
Tahun terbit: 2007

Jika pernah membaca buku Imagined Community yang dikarang oleh Benedict Anderson, pasti tertarik untuk membaca buku ‘Menjadi Indonesia.’ Sebuah buku yang bercerita tentang sejarah meng-Indonesia. Sebuah negara yang dicita-citakan dari pengalaman penindasan, penjajahan, pergumulan intelektual hingga perpecahan pergerakan (PKI-Sarekat Islam hal.324). Dengan bahasa yang lugas namun padat, Parakitri Simbolon menggambarkan heroisme perlawanan kerajaan-kerajaan lokal terhadap Belanda, Inggris maupun Jepang, kebangkrutan VOC, munculnya gerakan nasional dan masalah kooperasi-non-kooperasi.

Ada hal menarik yang sangat disesali penulis buku ini, mengapa Sarekat Islam terpecah, hal tersebut memperlambat gerak perlawanan terhadap penjajah. Jika marxisme di dalam tubuh Sarekat Islam dapat bersatu di bawah panji Islam, maka niscaya kemerdekaan menjadi milik semua.

Menjelang peringatan kemerdekaan RI yang begitu-begitu saja, buku ini layak untuk dibaca oleh pencinta sejarah maupun aktivis gerakan mahasiswa. Menjadi Indonesia, menjadi melek terhadap sejarah, menjadi peka terhadap perubahan.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment