HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Militer Mesir Tembaki Pendukung Mursi

July 10
03:41 2013

HMINEWS.Com – Militer dan polisi Mesir menembaki massa Ikhwanul Muslimin (IM) pendukung Presiden Mursi yang telah dikudeta. Penembakan terjadi di depan pangkalan militer yang diduga menjadi tempat memenjarakan Mursi, Senin (8/7/2013) menewaskan 42 orang dan ratusan lain terluka.

Menurut Jubir IM, Gehad Haddad, tragedi tersebut terjadi pukul 3.30 Senin dinihari, saat para korban tengah shalat subuh di sela waktu protes damai mengecam kudeta militer atas Presiden Mursi yang terpilih secara demokratis.

“Korban tewas dengan peluru di kepala. Peluru mereka meledak begitu masuk ke dalam tubuh, menghancurkan organ dalam dan anggota tubuh. Setiap polisi di seluruh dunia tahu cara membubarkan demonstran. Tapi ini adalah tindakan kriminal yang mengincar pemrotes,” kata Haddad.

Militer berdalih bahwa IM yang mereka cap sebagai “kelompok teroris” mencoba menyerbu markas Garda Republik. Mereka mengatakan, dua petugas juga tewas terbunuh dan 40 orang mereka terluka.

Hadad mengatakan ada dua alasan mengapa militer menggunakan cara sadis dalam membubarkan mereka. Pertama, kata dia, militer ingin mengusir IM dari jalanan dan menghentikan upaya mereka menegakkan demokrasi di Mesir yang sebelumnya selama 60 tahun di bawah tirani militer.

Tags
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment