HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Muhammad di Mata Orientalis

July 02
00:28 2013

Sebenarnya telah banyak karangan para orientalis yang mengisahkan tentang kepribadian Muhammad, Sang Nabi ummat Muslim. Karya tersebut beragam bentuk sesuai kapasitas kepandaian penulisnya. Mulai dari abad pertengahan, Dante menulis Divine Comedy yang melukiskan Nabi Muhammad menanggung siksaan abadi di jurang neraka yang terdalam. Dante menulis itu karena merasa aneh dengan datangnya ‘agama baru’ dan kemudian secara politis berhasil menguasai wilayah Laut Tengah, yang awalnya termasuk wilayah Kristen.

Umat Islam tidak tinggal diam setelah muncul penggambaran Nabi mereka yang tidak patut. Syed Ameer Ali menulis buku berjudul Life and Teaching of Muhammad, or The Spirit of Islam yang diterbitkan pada 1897 M. Setelah itu muncullah biografi Sang Nabi yang dirujuk dari sumber-sumber Arab klasik dengan penelitian mendalam, Le Prophete d’Islam karya Muhammad Hamidullah. Ada lagi biografi Muhammad yang ditulis Martin Lings. Bahkan biografi Nabi terbaru ditulis bernuansa sastra, novel biografi Muhammad yang ditulis Tasaro GK. Sebuah gerakan baru dan menyegarkan.

Dalam pandangan umum, karya orientalis lebih objektif dalam menilai karena mereka terbebas dari kewajiban menghormati. Referensi buku yang menuliskan tentang kehidupan Sang Nabi begitu banyak, tetapi belum ada yang menuliskan tentang seberapa besar rasa cinta dan penghormatan seorang muslim pada Nabinya. Annemarie Schimmel memberikan perspektif baru tentang Nabi Muhammad saw. Buku bertajuk dan Muhammad Adalah Utusan Allah, Cahaya Purnama Kekasih Tuhan ini mengeksplorasi perwujudan rasa cinta dan penghormatan umat Muslim yang mendalam pada Nabinya.

Schimmel mengawali dengan menyebutkan catatan biografis karya terdahulu para orientalis dan orang muslim sendiri. Dia menjelaskan perubahan-perubahan pandangan orientalis pada Nabi. Dari karya yang sekadar berupa rasa kesal, karya apologis, hingga karya yang dilakukan dengan riset yang mendalam. Ketidakpahaman orang non-muslim bahwa sebegitu mulianya Muhammad di mata muslim menjadi landasan ricuhnya sebuah karya.

Buku ini mencoba menengahi dua kubu tersebut. Selanjutnya Schimmel memaparkan kepribadian Nabi Muhammad. Mulai dari masa kecil, remaja, berkeluarga, bahkan sikap istri-istrinya. Teladan sikapnya begitu memukau. Nabi Muhammad merasa bahwa apapun yang terjadi atas dirinya adalah anugerah Allah swt yang tak dapat dijelaskan. Nabi tidak pernah menyangka bahwa wahyu akan diturunkan kepadanya. Semuanya bukanlah inisiatif Nabi Muhammad sendiri. (hlm. 43)

Kecintaan umat Islam sendiri pada Nabi Muhammad begitu tinggi. Begitu banyak syair yang menyanjung sang nabi dengan bahasa Arab dan Persia. Semua tahu bahwa sastra Arab dan Persia begitu indah dan syahdu. Segala bentuk pujian tersanjung pada Sang Nabi. Al-Khaqani mendiskripsikan dalam sajaknya “Dengan pakaian putih, dia tampak bagai mutiara. Dengan baju merah, dia bagaikan bunga mawar.” Muslim Indonesia mengenal burdah dan diba’an. Keduanya berisi sajak-sajak sanjungan dan shalawat pada Nabi Muhammad saw.

Selanjutnya Schimmel melhat posisi Muhammad sebagai pribadi yang unik. Sebagaimana Nabi lainnya, ia adalah lelaki ma’shum (terpelihara dari dosa). Nabi Muhammad juga memiliki predikat ulul azmi (memiliki keteguhan hati yang kuat). Ada lima Nabi yang mendapat gelar ulul azmi; Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Nuh. (hlm. 89) Dengan istilah lain, ulul azmi diartikan sebagai orang yang memiliki kesabaran yang teguh. Tetapi, ini bukanlah dalil bahwa Nabi lain tidak sabar, karena semua Nabi adalah penyabar.

Sebagai seorang Nabi, tentulah memiliki mukjizat dan legenda. Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa dan berfungsi dapat melemahkan sesuatu yang lain. Biasanya mukjizat lebih diidentikkan dengan keistimewaan yang ada dalam diri Nabi dan Rasul. Artinya mukjizat ini mucul manakala ada seseorang yang meminta bukti kebenaran berita kenabian. Sedangkan legenda, maksudnya peristiwa-peristiwa istimewa dan biasanya tidak masuk akal. Seperti kisah masa kecil Nabi yang hatinya dicuci oleh malaikat atau pun kisah perjalanan malam (isra’ mi’raj) Sang Nabi.

Schimmel tidak hanya merekam jejak Nabi Muhammad saja. Dia juga mengeksplore pemikiran muslim pramodern yang mengulas tentang kepribadian Sang Nabi. Seperti adanya Thariqah Muhammadiyah di India. Kemudia, jika berbicara penghormatan pada Nabi, aspek ini tidak akan lepas dari karya Muhammad Iqbal, seorang filsuf India-muslim. Dalam karya Iqbal, Nabi tampil menjadi pusat spiritual muslim. Bahkan secara radikal Iqbal dalam Javidnama mengungkapkan “Tuhan dapat kau ingkari, namun Nabi tidak!”. (hlm. 344)

Dengan risetnya yang cukup komplit, dapat dikatakan karya Annemarie Schimmel ini sebagai karya monumental. Sebagai seorang orietalis, Schimmel menceritakan sosok Muhammad sebagai pribadi nomor wahid di dunia. Ia sepakat dengan riset yang dilakukan Michael H. Hart dalam karya terkenalnya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia. Agar tidak terjadi kealpaan pemahaman, buku ini wajib dibaca siapapun yang ingin mengenal Sang Nabi secara personal, terutama umat muslim sendiri. Wallahua’lam bishhawab.

Data Buku

Judul: dan Muhammad Adalah Utusan Allah, Cahaya Purnama Kekasih Tuhan
Penulis: Annemarie Schimmel
Penerbit: Mizan, Bandung
Cetakan: I, Juni 2012
Tebal: 474 Halama

Peresensi: Achmad Marzuki
Kader HMI Komisariat Syariah IAIN Walisongo Semarang, Pegiat Farabi Institute Semarang

n

 

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment