HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Kontras dan NAPAS Serukan Penghentian Kekerasan di Papua

May 24
19:54 2013

HMINEWS.Com – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan National Papua Solidarity (NAPAS) mengecam keras sejumlah tindakan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadidi Papua. Keduanya mencatat, sejak 30 April-22 Mei 2013 telah terjadi serangkaian kekerasan massif berupa penembakan, penghilangan paksa, pembunuhan dan kekerasan lainnya di Papua.

Sejumlah daerah tempat terjadinya kekerasan yang mereka sebutkan antara lain: Biak, Sorong, Timika dan Puncak Jaya. Kekerasan yang dilakukan aparat telah mengakibatkan 3 orang tewas tertembak, 2 luka-luka, 26 ditangkap (6 telah dibebaskan pada 22 Mei).

“Mereka yang menjadi korban adalah warga sipil biasa yang dituduh anggota OPM, mahasiswa yang melakukan demonstrasi menyikapi tindakan represif aparat keamanan,” tulir rilis bersama tersebut, Kamis (23/5/2013).

Sebagai contoh, demonstrasi masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Penegakan HAM (SPP HAM) pada 13 Mei di Jayapura dihadapi aparat dengan kekerasan. Sebelumnya, 30 April juga terjadi hal yang sama, menewaskan 3 orang di Aimas Kabupaten Sorong.

Masih menurut rilis tersebut, aparat kepolisian juga berlaku represif terhadap mahasiswa yang memperingati 15 tahun Reformasi di Bundaran Abepura, 23 Mei. Sejumlah mahasiswa diinterogasi akibat aksi tersebut.

Menyikapi hal tersebut, KontraS dan Napas mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memeriksa Kapolda Papua dan Kapolres yang terkait pelarangan dan represi terhadap aksi damai 1 dan 13 Mei. Mendesak Kapolri menghentikan pelarangan aksi damai, pembubaran paksa dan penangkapan yang sewenang-wenang.

Tags
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment