HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Kontras dan NAPAS Serukan Penghentian Kekerasan di Papua

May 24
19:54 2013

HMINEWS.Com – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan National Papua Solidarity (NAPAS) mengecam keras sejumlah tindakan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadidi Papua. Keduanya mencatat, sejak 30 April-22 Mei 2013 telah terjadi serangkaian kekerasan massif berupa penembakan, penghilangan paksa, pembunuhan dan kekerasan lainnya di Papua.

Sejumlah daerah tempat terjadinya kekerasan yang mereka sebutkan antara lain: Biak, Sorong, Timika dan Puncak Jaya. Kekerasan yang dilakukan aparat telah mengakibatkan 3 orang tewas tertembak, 2 luka-luka, 26 ditangkap (6 telah dibebaskan pada 22 Mei).

“Mereka yang menjadi korban adalah warga sipil biasa yang dituduh anggota OPM, mahasiswa yang melakukan demonstrasi menyikapi tindakan represif aparat keamanan,” tulir rilis bersama tersebut, Kamis (23/5/2013).

Sebagai contoh, demonstrasi masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Penegakan HAM (SPP HAM) pada 13 Mei di Jayapura dihadapi aparat dengan kekerasan. Sebelumnya, 30 April juga terjadi hal yang sama, menewaskan 3 orang di Aimas Kabupaten Sorong.

Masih menurut rilis tersebut, aparat kepolisian juga berlaku represif terhadap mahasiswa yang memperingati 15 tahun Reformasi di Bundaran Abepura, 23 Mei. Sejumlah mahasiswa diinterogasi akibat aksi tersebut.

Menyikapi hal tersebut, KontraS dan Napas mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memeriksa Kapolda Papua dan Kapolres yang terkait pelarangan dan represi terhadap aksi damai 1 dan 13 Mei. Mendesak Kapolri menghentikan pelarangan aksi damai, pembubaran paksa dan penangkapan yang sewenang-wenang.

Tags
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment