HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Kedua Kalinya, Koalisi Kampar Laporkan Bupati Ke-KPK

May 22
22:41 2013

HMINEWS.Com – Koalisi Rakyat Kampar mengadu ke Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk pengusutan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Kampar, Jefri Noor. Untuk kedua kalinya mereka juga kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melengkapi berkas laporan.

“Kami ke ICW untuk minta advokasi dan bersama mendesak KPK agar mengusut dugaan korupsi Bupati Kampar,” ujar koordinator Koalisi Rakyat Kampar, Muhammad Rafi, Senin (20/5/2013).

Adapun dugaan korupsi yang dilaporkan tersebut, yaitu mark-up harga sapi di P4S Kubang Raya Kampar senilai Rp2,8 miliar, dan perjalanan dinas fiktif bupati bersama keluarganya ke Eropa senilai Rp207 juta. Dana didapat dari dana bergulir BPR Sarimadu-Kampar.

Sebelumnya Rafi bersama rekan-rekannya telah melaporkan dugaan korupsi Bupati Kampar Jefri Noer ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetapi belum ada tindaklanjut dari KPK. Untuk itu, sebagai upaya kedua, Selasa (14/5) lalu mereka kembali ke KPK.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment