HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Jahit Mulut dan Mogok Makan

April 20
18:07 2013

HMINEWS.Com – Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) diprotes dengan aksi jahit mulut dan mogok makan. Adalah gabungan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) yang melakukan aksi nekat tersebut.

Ada tiga mahasiswa yang menjahit mulut di posko yang mereka dirikan sejak 17 April 2013 lalu di depan kantor YLBHI, Jakarta Pusat. Mahasiswa menilai kenaikan harga BBM hanya upaya menutupi kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai 60 persennya.

“Dan ngerinya kebocoran anggaran itu bukannya ditutupi dengan uang-uang yang telah dikorupsi oleh anggota DPR dan pejabat, melainkan ditutupi dengan menaikkan harga BBM. Ini adalah bukti kegagalan Rezim SBY-Boediono yang tidak pro terhadap rakyatnya,” tulis kelompok yang menamakan diri “Mahasiswa Melawan” tersebut.

“Mahasiswa Melawan” juga menyoroti pembuatan akun twitter @istanarakyat dan @sbyudhoyono (milik Presiden SBY) tidak dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah. Mereka juga mendesak rezim SBY-Boediono dilengserkan.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment