HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

HMI Harus Dorong Kadernya Berwirausaha

March 01
00:09 2013

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diharapkan mampu melahirkan insan-insan wirausaha dengan Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) sebagai wadahnya. Sudah saatnya LEMI harus direposisi menjadi lembaga pengembangan potensi ekonomi kader HMI yang lebih menekankan pada upaya, bukan semata berorientasi tujuan.

Kader-kader HMI harus melihat kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai bagian tak terpisahkan di HMI. Karena poin penting kegiatan berekonomi adalah perkaderan diri manusia di dalamnya selama proses tersebut berlangsung. Dalam berproses itu, manusia mengalami kegagalan-kegagalan sebagai pembelajaran yang sangat berharga.

HMI harus berani mendorong orang (kader-kadernya terutama) untuk masuk ke dunia usaha. “Kalau ada insan entrepreneur yang lahir dari perkaderan HMI, tidak mustahil Indonesia akan dihiasi enterpreneur-entrepreneur yang memakmurkan bumi, tidak semata-mata mengeksploitasi bumi,” jelas Saat Suharto dalam diskusi Pleno III PB HMI-MPO di Graha Insan Cita, Depok, Senin (25/2/2013).

Pengurus BMT Ventura tersebut mendorong agar kader HMI, selagi menjadi mahasiswa harus memulai berwirausaha. “Selagi jadi mahaisswa, belum menikah, cepat-cepat jadi wirausaha, agar jika anda gagal, gagal untuk diri anda sendiri saja,” lanjutnya.

Menurutnya, keberanian untuk mendapatkan tekanan itu tidak scientific, tetapi by doing, didapatkan dalam situasi kondisi tertentu, saat kepepet, misalnya. Ia bercerita pengalamannya sedari masih mahasiswa dan aktif di  HMI menjadi penjaga koperasi komisariat dan kemudian berjualan kerupuk.

Bukan nilai kerupuknya, tapi pengalaman itulah yang mengasah naluri bisnisnya terus berkembang. “Yang penting menumbuhkan nyali, mengetahui atau memahami rantai-rantai ekonomi yang ada dan mencari celahnya untuk dimanfaatkan,” ujarnya.

Urat nadi ekonomi ada di sektor keuangan, ia yang mengumpulkan dan medistribusikan. Karenanya sektor keuangan harus dikuasai. Saat Suharto juga bercerita sejaran pendirian TAMZIS dan Baitul Mal wat Tamwil yang dilatarbelakangi penolakan keluarga untuk menggunakan jasa bank konvensiona, karena waktu itu belum ada bank syariah.

TAMZIS dibuat murni karena semangat. Modal dicari kemudian. Namun tetap, perhitungan risiko dilakukan dengan matang. Sasaran yang dituju saat itu adalah kaum pedagang yang dinilai seabgai kelas yang paling siap untuk ditingkatkan.

‘Virus’ entrepreneurship itulah yang harus terus ditularkan. “Kalau tidak ada yang sangat addict menginveksikan virus perubahan kepada orang-orang, tidak bakal ada perubahan. Dalam kasus ini para pedagang paling potensial.”

“Ide, yakini dan jalankan. Akan membawa rezeki sendiri-sendiri. Modal terbesar adalah diri anda sendiri. Mumpun di HMI, tuangkan diri anda untuk menjadi sesuatu. Kuatkan potensi diri anda sebagai kader hmi, potensi apapun, politik, ekonomi, pecinta alam,  dan lainnya,” pungkasnya.

Fathur

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment