HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Hanya Mengejar Kekuasaan, Mahasiswa Kehilangan Orientasi

February 28
22:53 2013

HMINEWS.Com – Mahasiswa kini kehilangan orientasi, sibuk mengejar kekuasaan dan malas mengkaji, justru terjadi di saat yang penuh kebebasan pascareformasi. Fokus mahasiswa pada umumnya adalah kekuasaan, sehingga tugas intelektualnya banyak terabaikan.

“Mahasiswa sudah kelihangan orientasi dan idealisme. Arahnya sudah mengejar-ngejar kekuasaan. Mahasiswa, mana ada sekarang yang berdiskusi intens, padahal semua tersedia. Pada zaman Sukarno-Suharto kan semuanya serba terbatas. Di zaman Suharto mahasiswanya masih lebih ideal, diskusi tersebar di mana-mana, menjamur, di lantai-lantai. Sekarang tidak ada lagi,” kata pengamat politik Universitas Indonesia saat menghadiri Pembukaan Pleno III PB HMI MPO di Jakarta, Ahad (24/2/2013).

Karena tidak ada diskusi itulah, mahasiswa kehilangan orientasi dan sibuk mengejar hal yang tidak substansial. “Tidak ada tukar pikiran, tambahan pikiran, evaluasi pikiran. Tidak ada lagi,” lanjutnya.

Arbi memberikan contoh aksi mahasiswa yang mengatasnamakan membela kepentingan rakyat, tetapi di saat yang sama sembari mengganggu kepentingan rakyat pula, misalnya dengan memblokader jalur kereta api. Hal itu umumnya karena mahasiswa merasa cukup hanya dengan mendapatkan ilmu dalam perkuliahan saja.

“Padahal dosennya ngibul aja itu, yang ngasih kuliah kan asisten. Dosennya aja masih kuliah dari bahan yang dari dulu tidak pernah diperbaiki,” tandasnya.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment