HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Politik KAHMI Politik Ide

February 06
02:33 2013

HMINEWS.Com – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Mahfud MD menyatakan KAHMI tidak mungkin tidak berpolitik, sebab dari kelahirannya HMI juga merupakan perjuangan politik yaitu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Akan tetapi politik seperti apa, itulah yang perlu ditegaskan.

“Politik dalam arti ide-ide, politik inspiratif. Memberikan kritik secara umum, tidak partisan, gerakan non-parpol seperti petisi-petisi dan lainnya,” ujar Mahfud MD dalam konferensi pers sebelum acara pelantikan Majelis Nasional KAHMI di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Mahfud mencotohkan, gerakan politik yang bisa dilakukan oleh bukan organisasi politik seperti KAHMI adalah seperti apa yang juga sering dilakukan ormas NU atau Muhammadiyah yang kadang membuat petisi untuk menentang kebijakan yang salah.

Sedangkan secara institusional, KAHMI tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik. “KAHMI-nya tidak boleh, orang-orangnya bebas,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, personel pengurus KAHMI berasal dari berbagai latar belakang dan bergerak dalam berbagai bidang. Mereka yang berasa dari partai politik juga didorong untuk berpolitik dengan partai masing-masing, tetapi tidak menggunakan KAHMI.

“Meski berbeda partai politik, tetapi idenya harus satu, yaitu ide untuk memenangkan Indonesia.”

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment