HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Salamudin: Banyak Perpres Abal-abal

January 11
15:30 2013

HMINEWS.Com – Banyak peraturan di Indonesia yang dibuat dengan kontrol asing dan bertentangan dengan UUD 1945, termasuk Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Presiden (Perpres). Sejumlah Perpres bahkan dinilai abal-abal.

“Kita sudah memeriksa Perpres, banyak yang abal-abal, bertentangan dengan konsitusi; UUD amandemen, apalagi dengan UUD sebelum amandemen,” ujar aktivis Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng dalam bedahbuku ‘Kudeta Putih’ di kantor DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Pasar Minggu-Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2013).

Kontol asing terhadap ekonomi Indonesia, kata Salamuddin, mencakup semua sektor; dari perbankan sampai pengaaan bibit tanaman untuk petani, hingga tidak memungkinkan lagi ruang untuk membangun kemandirian dalam negeri. Hal itu masih diperparah dengan mental inferior (minder) sebagai bangsa yang besar. Semua peraturan yang bermasalah tersebut dirincinya bersama lima penulis lain dalam buku ‘Kudeta Putih.’

Salamuddin dan Syamsul Hadi adalah dua penulis buku tersebut yang hadir sebagai pembedah. Menurut Syamsul Hadi, dalam banyak kasus hubungan Indonesia-asing sebenarnya Indonesia berada pada posisi kuat, akan tetapi tidak mampu memanfaatkannya.

“Bahkan ketika bangsa dan negara lain yang butuh, tapi Indonesia yang tunduk patuh. Kita ikut apa saja kehendak asing yang ingin mengeruk kekayaan alam Indonesia habis-habisan. Kita perlakukan bangsa-bangsa asing dan lembaga keungan internasional seperti IMF dan Bank Dunia seperti tuan di negeri kita sendiri,” kata Syamsul Hadi.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang, MS Kaban mengiyakan pernyataan tersebut. Menurutnya Indonesia sudah harus berubah, setara dengan bangsa lain dan tidak selalu ikut bangsa luar.

“Jangan setiap perikatan dnegan bangsa lain kita selalu berada pada posisi lemah. Negara lain yang butuh tapi kita yang minta-minta,” ucapnya.

Namun, menurut Kaban, hal itu memang tidak mudah dilakukan apabila pemimpinnya sendiri tidak kuat.

Fathur

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment