HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Ketua KAHMI: Konsepsi Masyarakat Madani Sangat Tepat Untuk Masa Depan Indonesia HMINEWS.COM, Mataram- Ketua Presidium Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan bahwa konsepsi pemerintahan yang dikelola secara masyarakat madani sangat tepat untuk merawat masa depan Indonesia....
  • Sambut Mahasiswa Baru, UNM Hadirkan Akbar Faizal HMINEWS.COM- Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017 di pelataran Gedung Phinisi, Sabtu (27/8/2016). Dalam acara tersebut UNM menghadirkan beberapa pembicara, Salah satunya adalah alumni UNM Akbar...
  • Pendiri KPPSI Tutup Usia, PB HMI Berduka HMINEWS.COM- Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar duka menyelimuti umat Islam di Makassar, Kanda Kalmuddin, M.Si, seorang aktivis Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), berpulang ke rahmatullah pada pukul 00.30 Wita,...
  • HMI: BOM Bunuh Diri Akhir Ramadhan, Tindakan Biadab HMINEWS.COM- Maraknya aksi teror dan ledakan bom bunuh diri di beberapa wilayah di akhir Ramadhan mendapat kecaman dan kutukan keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ketua Umum...
  • Dorong Kemerdekaan Palestina, PB HMI Bentuk PUSKASPINA HMINEWS.COM-  Tepat pada tanggal 26 Ramadhan 1437 H atau 01 Juli 2016 M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) membentuk Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKASPINA). Pembentukan lembaga...

Salamudin: Banyak Perpres Abal-abal

January 11
15:30 2013

HMINEWS.Com – Banyak peraturan di Indonesia yang dibuat dengan kontrol asing dan bertentangan dengan UUD 1945, termasuk Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Presiden (Perpres). Sejumlah Perpres bahkan dinilai abal-abal.

“Kita sudah memeriksa Perpres, banyak yang abal-abal, bertentangan dengan konsitusi; UUD amandemen, apalagi dengan UUD sebelum amandemen,” ujar aktivis Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng dalam bedahbuku ‘Kudeta Putih’ di kantor DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Pasar Minggu-Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2013).

Kontol asing terhadap ekonomi Indonesia, kata Salamuddin, mencakup semua sektor; dari perbankan sampai pengaaan bibit tanaman untuk petani, hingga tidak memungkinkan lagi ruang untuk membangun kemandirian dalam negeri. Hal itu masih diperparah dengan mental inferior (minder) sebagai bangsa yang besar. Semua peraturan yang bermasalah tersebut dirincinya bersama lima penulis lain dalam buku ‘Kudeta Putih.’

Salamuddin dan Syamsul Hadi adalah dua penulis buku tersebut yang hadir sebagai pembedah. Menurut Syamsul Hadi, dalam banyak kasus hubungan Indonesia-asing sebenarnya Indonesia berada pada posisi kuat, akan tetapi tidak mampu memanfaatkannya.

“Bahkan ketika bangsa dan negara lain yang butuh, tapi Indonesia yang tunduk patuh. Kita ikut apa saja kehendak asing yang ingin mengeruk kekayaan alam Indonesia habis-habisan. Kita perlakukan bangsa-bangsa asing dan lembaga keungan internasional seperti IMF dan Bank Dunia seperti tuan di negeri kita sendiri,” kata Syamsul Hadi.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang, MS Kaban mengiyakan pernyataan tersebut. Menurutnya Indonesia sudah harus berubah, setara dengan bangsa lain dan tidak selalu ikut bangsa luar.

“Jangan setiap perikatan dnegan bangsa lain kita selalu berada pada posisi lemah. Negara lain yang butuh tapi kita yang minta-minta,” ucapnya.

Namun, menurut Kaban, hal itu memang tidak mudah dilakukan apabila pemimpinnya sendiri tidak kuat.

Fathur

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment