HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Sambut Mahasiswa Baru, UNM Hadirkan Akbar Faizal HMINEWS.COM-¬†Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017 di pelataran Gedung Phinisi, Sabtu (27/8/2016). Dalam acara tersebut UNM menghadirkan beberapa pembicara, Salah satunya adalah alumni UNM Akbar...
  • Pendiri KPPSI Tutup Usia, PB HMI Berduka HMINEWS.COM- Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar duka menyelimuti umat Islam di Makassar, Kanda Kalmuddin, M.Si, seorang aktivis Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), berpulang ke rahmatullah pada pukul 00.30 Wita,...
  • HMI: BOM Bunuh Diri Akhir Ramadhan, Tindakan Biadab HMINEWS.COM- Maraknya aksi teror dan ledakan bom bunuh diri di beberapa wilayah di akhir Ramadhan mendapat kecaman dan kutukan keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ketua Umum...
  • Dorong Kemerdekaan Palestina, PB HMI Bentuk PUSKASPINA HMINEWS.COM-¬† Tepat pada tanggal 26 Ramadhan 1437 H atau 01 Juli 2016 M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) membentuk Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKASPINA). Pembentukan lembaga...
  • Farouk Abdullah: Kader HMI Harus Memiliki Economic Independent HMINEWS.COM- Farouk Abdullah Alwyni, MA, MBA, ACSI Ketua Dewan Pembina CISFED (Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development) menilai bahwa HMI harus memiliki Economic Independent (Kemandirian ekonomi), Itu...

Judicial Review Dikabulkan MK, RSBI Ditiadakan

January 09
00:06 2013

HMINEWS.Com -Akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan judicial review pendirian Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Yaitu Pasal 50 ayat 3 UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjadi dasar pembentukan RSBI dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Dengan demikian artinya keberadaan RSBI dan SBI dihapuskan.

“Permohonan beralasan menurut hukum. Mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya, bahwa Pasal 50 ayat 3 bertentangan dengan UUD 1945,” kata Ketua MK, Mahfud MD membacakan putusan di gedung MK, Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Berbagai fakta dikemukakan melandasi dikabulkannya judicial review, mulai dari mahalnya biaya sekolah dan perlakuan yang diskriminatif terhadap warga untuk mengakses pendidikan RSBI dan SBI, serta kualitas lulusannya.

Hakim MK mengatakan bahwa pemerintah harus memberi ruang perlakuan khusus bagi mereka yang punya kemampuan khusus, namun bukan dalam bentuk sekolah RSBI/SBI dan non RSBI/SBI. Perlakuan demikian mengakibatkan sekolah-sekolah non RSBI/SBI sangat terbatas, berbeda jauh dari RSBI/SBI yang mendapat fasilitas melimpah.

Para pemohon yang merupakan orangtua murid dan aktivis pendidikan menyambut gembira putusan MK tersebut. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orangtua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo dan Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan). []

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment