HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...
  • Tahun 2029 Kecerdasan Komputer Diperkirakan Menyamai Manusia HMINEWS.COM, Director of Engineering Google, Ray Kurzweil, memperkirakan pada 2029 kecerdasan komputer akan setara dengan manusia, kondisi tersebut dikenal dengan istilah singularity, Sosok-sosok cerdas dunia percaya bahwa suatu saat nanti...
  • PB HMI Mengajak Kader, Almuni serta Masyarakat Turut Membantu Korban Gempa Aceh HMINEWS.COM, Jakarta- PB HMI (MPO) mengajak kader, almuni serta masyarakat untuk membantu korban gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.   Bantuan berupa uang dapat disalurkan melalui...
  • Hina Alqur’an, HMI Akan Laporkan Ahok ke Mabes Polri HMINEWS.COM- Jakarta-¬†Pengurus Besar HMI (MPO) Komisi Hukum dan HAM akan¬†melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Mabes Polri karena dianggap telah menghina agama Islam terkait videonya yang...

Judicial Review Dikabulkan MK, RSBI Ditiadakan

January 09
00:06 2013

HMINEWS.Com -Akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan judicial review pendirian Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Yaitu Pasal 50 ayat 3 UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjadi dasar pembentukan RSBI dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Dengan demikian artinya keberadaan RSBI dan SBI dihapuskan.

“Permohonan beralasan menurut hukum. Mengabulkan permohonan pemohon seluruhnya, bahwa Pasal 50 ayat 3 bertentangan dengan UUD 1945,” kata Ketua MK, Mahfud MD membacakan putusan di gedung MK, Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Berbagai fakta dikemukakan melandasi dikabulkannya judicial review, mulai dari mahalnya biaya sekolah dan perlakuan yang diskriminatif terhadap warga untuk mengakses pendidikan RSBI dan SBI, serta kualitas lulusannya.

Hakim MK mengatakan bahwa pemerintah harus memberi ruang perlakuan khusus bagi mereka yang punya kemampuan khusus, namun bukan dalam bentuk sekolah RSBI/SBI dan non RSBI/SBI. Perlakuan demikian mengakibatkan sekolah-sekolah non RSBI/SBI sangat terbatas, berbeda jauh dari RSBI/SBI yang mendapat fasilitas melimpah.

Para pemohon yang merupakan orangtua murid dan aktivis pendidikan menyambut gembira putusan MK tersebut. Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orangtua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo dan Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan). []

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment