HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Mahasiswa Unisma Bekasi Desak BSS Dicabut

January 03
21:05 2013

HMINEWS.Com – Mahasiswa Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi berunjukrasa menentang kebijakan Berhenti Studi Sementara/ Berhenti Studi Otomatis (BSS/BSO) sepihak bagi mahasiswa yang menunggak bayaran. Kebijakan dinilai merugikan hak mahasiswa.

Menurut mahasiswa, pihak rektorat mengeluarkan kebijakan BSS/O secara sepihak terhadap 278 mahasiswa yang menimba ilmu di kampus tersebut karena belum melunasi uang kuliah menjelang Ujian Tengah Semester (UTS), padahal sebelumnya tidak ada kesepakatan mengenai hal itu antara rektorat dengan mahasiswa.

“Ini keputusan sepihak rektorat dan jelas sangat merugikan mahasiswa,” ujar Zulhan, koordinator aksi tersebut, Kamis (3/1/2013).

Atas kejadian tersebut, mahasiswa mendesak rektorat mencabut kebijakan tersebut, mengingat banyaknya mahasiswa kurang mampu. Selain itu mahasiswa juga meminta pihak kampus memfasilitasi pemberian beasiswa atau keringanan biaya studi bagi mahasiswa tidak mampu agar tetap dapat meneruskan kuliah mereka.

sumber: bekasiraya

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment