HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Jangan Lagi Kriminalisasikan KPK

October 06
01:52 2012

HMINEWS.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir terjadi kriminalisasi terhadap personel penyidik KPK. Hal itu seperti ditunjukkan dengan upaya menyeret Novel Baswedan atas kejadian beberapa tahun silam yang dilakukan anak buahnya saat Novel menjabat Kasat Serse Polda Bengkulu.

“Inilah tindakan kriminalisasi terhadap sebagian penyidik KPK. Saya mengimbau supaya tindakan-tindakan seperti ini tidak dilakukan lagi,” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dalam jumpa pers bersama puluhan aktivis di Gedung KPK, Sabtu (6/10/2012) dinihari.

Menurut penjelasan Bambang, anak buah Novel melakukan tindakan melanggar hukum yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban. Saat itu Kompol Novel mengambil alih tanggungjawab anak buahnya tersebut. Namun sudah dilakukan satu sidang di majelis kehormatan kode etik dan Novel mendapat teguran.

Kini Kompol Novel merupakan salah satu penyidik dalam kasus Simulator SIM yang melibatkan sejumlah petinggi Polri. KPK menganggap janggal upaya kepolisian mengkriminalisasikan Novel.

“Surat penggeledahan yang dibawa belum mendapat persetujuan pengadilan, bahkan nomornya pun belum ditulis,” lanjut Bambang mengomentari kejanggalan tersebut.

KPK menegaskan tetap melindungi Kompol Novel Baswedan dan penyidik-penyidik KPK yang lain serta elemen yang mendukung KPK.

Fathur

Tags
kpk
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment