HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Penerimaan Masyarakat Terhadap Nuklir Rendah

October 07
14:18 2012

HMINEWS.Com –  Tingkat pengetahuan dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi nuklir masih rendah. Hal ditunjukkan dalam hasil survey nasional oleh BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional).

 “Pada tahun 2011 telah dilakukan jajak pendapat iptek nuklir dengan sebaran responden 5.000 orang meliputi 33 provinsi. Diperoleh persentase tingkat penerimaan masayarakat terhadap iptek nuklir sebesar 49,5 menerima, 35,5% menolak dan 15% tidak tahu. Dari hasil jajak tersebut juga diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap iptek nuklir sangat rendah,” kata Baskoro, Koordinator Pusat PT Andira Karya Persada dalam pelatihan koordinator wilayah survey BATAN di Wisma Kadeka, Pasar Minggu, Sabtu (6/10/2012).

PT Andira merupakan mitra BATAN dalam melakukan survey yang dilakkan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

Hasil tersebut akan menjadi pijakan dalam menentukan strategi kegiatan sosialisasi dan disseminasi nuklir kepada masyarakat selanjutnya secara terpadu.

Pada jajak tahun ini akan dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah responden 5000 orang dewasa, mulai 7-22 Oktober 2012.

Kepala Bidang Evaluasi dan Dokumentasi BATAN, Dedy Miharja mengatakan penelitian, pengembangan dan perekayasaan nuklir terbagi dua bidang: energi dan non energi.

Untuk bidang energi diharapkan dapat mengatasi krisis listrik nasional. Apalagi kini telah ada Perpres No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang menyebutkan energi nuklir 5 persen di samping sumber energi lain, terbarukan maupun tidak terbarukan.

“Disamping itu, sesuai UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), energi nuklir ditargetkan berkontribusi pada pemenuhan energi listrik pada tahun 2016,” pungkas Dedy.

Widi

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment