HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Penerimaan Masyarakat Terhadap Nuklir Rendah

October 07
14:18 2012

HMINEWS.Com –  Tingkat pengetahuan dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi nuklir masih rendah. Hal ditunjukkan dalam hasil survey nasional oleh BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional).

 “Pada tahun 2011 telah dilakukan jajak pendapat iptek nuklir dengan sebaran responden 5.000 orang meliputi 33 provinsi. Diperoleh persentase tingkat penerimaan masayarakat terhadap iptek nuklir sebesar 49,5 menerima, 35,5% menolak dan 15% tidak tahu. Dari hasil jajak tersebut juga diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap iptek nuklir sangat rendah,” kata Baskoro, Koordinator Pusat PT Andira Karya Persada dalam pelatihan koordinator wilayah survey BATAN di Wisma Kadeka, Pasar Minggu, Sabtu (6/10/2012).

PT Andira merupakan mitra BATAN dalam melakukan survey yang dilakkan di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

Hasil tersebut akan menjadi pijakan dalam menentukan strategi kegiatan sosialisasi dan disseminasi nuklir kepada masyarakat selanjutnya secara terpadu.

Pada jajak tahun ini akan dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah responden 5000 orang dewasa, mulai 7-22 Oktober 2012.

Kepala Bidang Evaluasi dan Dokumentasi BATAN, Dedy Miharja mengatakan penelitian, pengembangan dan perekayasaan nuklir terbagi dua bidang: energi dan non energi.

Untuk bidang energi diharapkan dapat mengatasi krisis listrik nasional. Apalagi kini telah ada Perpres No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang menyebutkan energi nuklir 5 persen di samping sumber energi lain, terbarukan maupun tidak terbarukan.

“Disamping itu, sesuai UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), energi nuklir ditargetkan berkontribusi pada pemenuhan energi listrik pada tahun 2016,” pungkas Dedy.

Widi

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment