HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Adhyaksa Dault Menghadang Negara Gagal

September 13
23:33 2012

HMINEWS.Com – Mantan Menpora, Adhyaksa Dault meluncurkan buku ‘Menghadang Negara Gagal. Sebuah Ijtihad Politik.’  Dimaksudkan sebagai kritik dan mencoba mencari jalankeluar dari krisis bangsa yang diakibatkan para elitnya.

Mengenai karut-marutnya perpolitikan, Adhyaksa menyatakan bahwa reformasi telah kehilangan arah, dan para pemuda sudah jengah menghadapi kenyataan tersebut.

“Reformasi sudah semakin kehilangan arah. Ini karena kita belum punya blue print soal bagaimana dan ke mana bangsa ini akan dibawa,” kata Adhyaksa Dault dalam peluncuran bukunya tersebut di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Adhyaksa menyampaikan agar para elit politik lebih mengedepankan kepentingan bangsa, dan atidak terkooptasi kepentingan kelompok masing-masing.

“Saya hanya ingin menyadarkan para pemimpin bangsa ini agar tidak terkotak-kotak dalam kamar. Keluar dari kamar itu, ada ruang makan bersama. Ada rumah yang namanya NKRI,” lanjutnya.

Adhyaksa mengkritik banyaknya kebijakan yang kini telah menyimpang dari apa yang telah dirintis para pemipin sebelumnya. Untuk menghindarkan bangsa dari kegagalan, kata dia, solusinya adalah kembali pada Pancasila sebagai jatidiri bangsa.

“Salah satu saolusinya adalah kembali ke Pancasila seperti yang diciptakan oleh bapak-bapak pendiri bangsa. Bangsa ini kehilangan penjiwaan dari pancasila terutama sila keempat.”

Sejumlah tokoh nasional hadir dan memberi komentar mengenai isi buku yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-70  ibunda Adhyaksa Dault tersebut. Di antaranya mantan Wapres Tri Sutrisno, Ketua Umum Ormas Nasdem Surya Paloh, Menteri Hatta Rajasa, Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan lainnya. []

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment