HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

BJ Habibie Soal Kualitas SDM Indonesia

August 10
16:24 2012

HMINEWS.Com – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam hal teknologi sebenarnya tidak kalah dibanding Amerika Serikat. Hal itu terbukti dengan sejumlah prestasi yang pernah diraih Indonesia, yaitu diciptakannya pesawat N-250 yang merupakan pesawat tercanggih di kelasnya waktu itu.

“Melihat pada kesuksesan kita dalam membangun pesawat N-250, maka kualitas sumber daya manusia di Indonesia tidak ada bedanya dengan di Amerika Serikat dan Eropa,” kata mantan Presdien RI, BJ Habibie dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Lapangan Gedung Sate, Bandung, Jumat (10/8/2012).

 “N-250 menjadi tonggak penting sejarah Kedirgantaraan Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan pada 1995, dan telah tercatat dalam sejarah perkembangan teknologi di Indonesia,” tambah mantan Menristek dan Presiden RI tersebut.

Namun karena kebijakan politis yang datang kemudian, pengembangan industri pesawat terbang yang merupakan bagian dari program ‘Indonesia Tinggal Landas’ tersebut tidak diteruskan.

Capaian tersebut kemudian terbengkalai, dibiarkan tanpa dana dan akhirnya mangkrak hingga ribuan putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di perusahaan pesawat di Bandung tersebut hengkang ke luar negeri.

Sebaliknya, menurut mantan Menristek era Orde Baru tersebut, Indonesia kini kembali terjerumus ke dalam penjajahan ala VOC gaya baru. Yaitu kekayaan Indonesia dialihkan pengolahannya ke negara lain, kemudian setelah menjadi produk bernilai tinggi dijual kembali di Indonesia.

BJ Habibie berpesan, jangan sampai karena euforia reformasi atau pertimbangan politis sesaat membuat bangsa ini tega ‘menghabisi’ karya nyata anak bangsa yang tekun dan memiliki semangat patriotisme tinggi, seperti terjadi dengan pesawat N-250 Gatotkoco waktu itu.

“Jangan sampai pengalaman pahit industri kedirgantaraan terulang lagi, hanya karena kebijakan politik sesaat,” pesannya dalam Harteknas ke-17 tersebut. []

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Beck
    Beck September 13, 19:18

    Salam.
    Kita bangsa yang payah yang dikuasai oleh para politisi haus kekuasaan dan tak punya rasa nasionalisme, sehingga apapun keputusan yang di ambil, selalu sarat kepentingan politis, yang notabene adalah kepentingan golongan, walaupun dalam bidang-bidang non politis seperti pengenbangan teknologi, seperti yang dialami IPTN…payah..payah.

    Reply to this comment

Write a Comment