HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

BJ Habibie Soal Kualitas SDM Indonesia

August 10
16:24 2012

HMINEWS.Com – Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam hal teknologi sebenarnya tidak kalah dibanding Amerika Serikat. Hal itu terbukti dengan sejumlah prestasi yang pernah diraih Indonesia, yaitu diciptakannya pesawat N-250 yang merupakan pesawat tercanggih di kelasnya waktu itu.

“Melihat pada kesuksesan kita dalam membangun pesawat N-250, maka kualitas sumber daya manusia di Indonesia tidak ada bedanya dengan di Amerika Serikat dan Eropa,” kata mantan Presdien RI, BJ Habibie dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Lapangan Gedung Sate, Bandung, Jumat (10/8/2012).

 “N-250 menjadi tonggak penting sejarah Kedirgantaraan Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan pada 1995, dan telah tercatat dalam sejarah perkembangan teknologi di Indonesia,” tambah mantan Menristek dan Presiden RI tersebut.

Namun karena kebijakan politis yang datang kemudian, pengembangan industri pesawat terbang yang merupakan bagian dari program ‘Indonesia Tinggal Landas’ tersebut tidak diteruskan.

Capaian tersebut kemudian terbengkalai, dibiarkan tanpa dana dan akhirnya mangkrak hingga ribuan putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di perusahaan pesawat di Bandung tersebut hengkang ke luar negeri.

Sebaliknya, menurut mantan Menristek era Orde Baru tersebut, Indonesia kini kembali terjerumus ke dalam penjajahan ala VOC gaya baru. Yaitu kekayaan Indonesia dialihkan pengolahannya ke negara lain, kemudian setelah menjadi produk bernilai tinggi dijual kembali di Indonesia.

BJ Habibie berpesan, jangan sampai karena euforia reformasi atau pertimbangan politis sesaat membuat bangsa ini tega ‘menghabisi’ karya nyata anak bangsa yang tekun dan memiliki semangat patriotisme tinggi, seperti terjadi dengan pesawat N-250 Gatotkoco waktu itu.

“Jangan sampai pengalaman pahit industri kedirgantaraan terulang lagi, hanya karena kebijakan politik sesaat,” pesannya dalam Harteknas ke-17 tersebut. []

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Beck
    Beck September 13, 19:18

    Salam.
    Kita bangsa yang payah yang dikuasai oleh para politisi haus kekuasaan dan tak punya rasa nasionalisme, sehingga apapun keputusan yang di ambil, selalu sarat kepentingan politis, yang notabene adalah kepentingan golongan, walaupun dalam bidang-bidang non politis seperti pengenbangan teknologi, seperti yang dialami IPTN…payah..payah.

    Reply to this comment

Write a Comment