HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Ketua KAHMI: Konsepsi Masyarakat Madani Sangat Tepat Untuk Masa Depan Indonesia HMINEWS.COM, Mataram- Ketua Presidium Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan bahwa konsepsi pemerintahan yang dikelola secara masyarakat madani sangat tepat untuk merawat masa depan Indonesia....
  • Sambut Mahasiswa Baru, UNM Hadirkan Akbar Faizal HMINEWS.COM- Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017 di pelataran Gedung Phinisi, Sabtu (27/8/2016). Dalam acara tersebut UNM menghadirkan beberapa pembicara, Salah satunya adalah alumni UNM Akbar...
  • Pendiri KPPSI Tutup Usia, PB HMI Berduka HMINEWS.COM- Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar duka menyelimuti umat Islam di Makassar, Kanda Kalmuddin, M.Si, seorang aktivis Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), berpulang ke rahmatullah pada pukul 00.30 Wita,...
  • HMI: BOM Bunuh Diri Akhir Ramadhan, Tindakan Biadab HMINEWS.COM- Maraknya aksi teror dan ledakan bom bunuh diri di beberapa wilayah di akhir Ramadhan mendapat kecaman dan kutukan keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ketua Umum...
  • Dorong Kemerdekaan Palestina, PB HMI Bentuk PUSKASPINA HMINEWS.COM-  Tepat pada tanggal 26 Ramadhan 1437 H atau 01 Juli 2016 M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) membentuk Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKASPINA). Pembentukan lembaga...

HMI Menjadi Bagian Alat Revolusi

June 08
16:05 2012

HMINEWS.Com – Mantan Ketua Umum PB HMI, Dahlan Ranuwiharjo membuat kesepakatan dengan Bung Karno langsung untuk menyelamatkan HMI dari pengganyangan oleh PKI yang telah berhasil mendesakkan dibubarkannya GPII dan Masyumi. HMI berada dalam ‘bimbingan’ langsung Pemimpin Besar Revolusi.

“HMI akan saya akui sebagai alat revolusi dan HMI akan saya bimbing,” kata Bung Karno seperti dikutip Dahlan Ranuwiharjo dalam biografinya di halaman 33.

HMI menjadi bagian dari unsur revolusi, bukan yang kontrev (kontra revolusi). Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Instruksi Presiden No.8 tanggal 3 Juli 1964.

Menurut Dahlan, di luar yang tercantum dalam instruksi tersebut merupakan kompromi politik yang mungkin dari segi hukum kurang mengena, seperti pembubaran HMI Cabang Jember, yang terjadi karena besarnya tekanan politik waktu itu. (Fathur)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment