HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

HMI Menjadi Bagian Alat Revolusi

June 08
16:05 2012

HMINEWS.Com – Mantan Ketua Umum PB HMI, Dahlan Ranuwiharjo membuat kesepakatan dengan Bung Karno langsung untuk menyelamatkan HMI dari pengganyangan oleh PKI yang telah berhasil mendesakkan dibubarkannya GPII dan Masyumi. HMI berada dalam ‘bimbingan’ langsung Pemimpin Besar Revolusi.

“HMI akan saya akui sebagai alat revolusi dan HMI akan saya bimbing,” kata Bung Karno seperti dikutip Dahlan Ranuwiharjo dalam biografinya di halaman 33.

HMI menjadi bagian dari unsur revolusi, bukan yang kontrev (kontra revolusi). Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Instruksi Presiden No.8 tanggal 3 Juli 1964.

Menurut Dahlan, di luar yang tercantum dalam instruksi tersebut merupakan kompromi politik yang mungkin dari segi hukum kurang mengena, seperti pembubaran HMI Cabang Jember, yang terjadi karena besarnya tekanan politik waktu itu. (Fathur)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment