HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

DN Aidit: Bubarkan HMI Atau Pakai Sarung Saja

DN Aidit: Bubarkan HMI Atau Pakai Sarung Saja
June 08
16:30 2012

HMINEWS.Com – Tekanan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) makin kuat. 29 September 1965, dalam penutupan Kongres Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI, gerakan mahasiswa onderbow PKI) berkumandang yel-yel “Bubarkan HMI.”

DN Aidit terus menekan Bung Karno agar membubarkan HMI. Di tengah ribuan massa yang memadati Istora Senayan, Aidit mengatakan: “Kalau kalian tidak dapat membubarkan HMI, pakai sarung saja!”

Akan tetapi Bung Karno tidak mau ditekan dan bersikukuh, HMI merupakan bagian dari alat revolusi. Bahkan Sang Proklamator tersebut menutup pidatonya dengan Assalamu’alaikum, menegaskan sikapnya tersebut mempertahankan HMI.

Bung Karno tetap dalam kesepakatannya dengan HMI bahwa organisasi tertua itu berada dalam bimbingannya serta telah melaksanakan kursus kader dalam rangka itu.

Ditambah dengan terbentuknya Dewan Penasehat dan Pertimbangan yang terdiri dari Dahlan Ranuwiharjo (merangkap ketua), Brigjen Ahmad Tirtosudiro, Ir Sanusi (Dirut sebuah BUMN) dan Ismail Raharjo (Jaksa Tinggi DKI).

PB HMI pun membuat laporan program yang telah dijalankan dalam melaksanakan Instruksi Presiden No.8 tahun 1964 mengenai bimbingan presiden terhadap HMI tersebut.

Baru Dewan Penasehat dan Pertimbangan HMI ditiadakan setelah pengganyangan HMI oleh PKI dapat dipatahkan, bahkan ganti HMI bersama ABRI dan rakyat yang mengganyang PKI. Demikian kata mantan Ketua Umum PB HMI, almarhum Dahlan Ranuwiharjo dalam biografinya. (Fathur)

Tags
hmi
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

3 Comments

  1. ditri
    ditri April 04, 13:19

    setuju

    Reply to this comment
    • abdullah amalan
      abdullah amalan January 11, 14:22

      Ternyata malah CGMI yang bubar sendiri dan DN Aidit yang ditangkap ABRI. Manusia tidak tahu apa yang akan menimpa dirinya.

      Reply to this comment
  2. apriel
    apriel March 23, 23:31

    maaf bung, ini ada sumbernya kah…??? bisa dilampirkan juga tidak sumber-sumbernya ngambil dari mana..?? atau hanya pembiasan subjektifitas oral history aja. mohon koreksinya. 🙂 MERDEKA…!!!

    Reply to this comment

Write a Comment