HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Anas Dipanggil KPK, Demokrat Mendukung

June 26
23:42 2012

HMINEWS.Com – Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (27/6/2012) untuk dimintai keterangan. Terkait penyelidikan kasus pembangunan Sekolah Olahraga Nasional (SON) Bukit Hambalang-Bogor.

“Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan besok,” kata juru bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkat , Selasa (26/06/12).

Keterangan Anas sangat dibutuhkan dalam penyelidikan kasus Hambalang, mengingat nama Anas sering disebut tersangka Nazaruddin dalam berbagai pengakuannya.

Menurut Johan Budi, KPK telah memeriksa lebih dari 70 orang terkait penyelidikan kasus tersebut, sperti DIrut PT DGI Dudung Purwadi, Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad El Idris, Wafid Muharam (mantan Sesmenpora), Joyo Winoto (Kepala BPN), Ignatius Mulyono (Demokrat) serta Mahfud Suroso (PT Adhi Karya).

Menyikapi pemanggilan tersebut, Fraksi Demokrat di DPR menyatakan setuju agar segera clear supaya PD tidak tersandera.

“Saya memuji langkah KPK yang memulai memanggil Anas dalam kapasitas Mas Anas diminta memberikan keterangan dalam kasus Hambalang.” ujar Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf. []

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment