HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...
  • Tahun 2029 Kecerdasan Komputer Diperkirakan Menyamai Manusia HMINEWS.COM, Director of Engineering Google, Ray Kurzweil, memperkirakan pada 2029 kecerdasan komputer akan setara dengan manusia, kondisi tersebut dikenal dengan istilah singularity, Sosok-sosok cerdas dunia percaya bahwa suatu saat nanti...
  • PB HMI Mengajak Kader, Almuni serta Masyarakat Turut Membantu Korban Gempa Aceh HMINEWS.COM, Jakarta- PB HMI (MPO) mengajak kader, almuni serta masyarakat untuk membantu korban gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.   Bantuan berupa uang dapat disalurkan melalui...
  • Hina Alqur’an, HMI Akan Laporkan Ahok ke Mabes Polri HMINEWS.COM- Jakarta- Pengurus Besar HMI (MPO) Komisi Hukum dan HAM akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Mabes Polri karena dianggap telah menghina agama Islam terkait videonya yang...

Dokter Pun Jadi Korban Tentara Syria

May 19
00:11 2012

HMINEWS.Com – Organisasi medis internasional “Doctors Without Borders” yang juga dikenal dengan MSF (Medecins Sans Frontieres) mengungkapkan adanya sebuah pembantaian yang dilakukan pasukan Bashar Assad.

“Target tentara Suriah adalah membunuh orang-orang yang sudah terluka dan orang-orang yang diduga sebagai tersangka,” kata seorang dokter bedah asal Perancis yang tidak mau disebut identitasnya.

Lebih jauh ia menuturkan. “Kami tinggal di Suriah selama 10 hari, setelah dengan sembunyi-sembunyi melintasi Turki. Kami mampu keluar dari Suriah setelah melakukan perjalanan berat dan harus sangat hati-hati di propinsi Idlib, utara Suriah yang telah dikepung oleh tentara Suriah” seperti dilansir kantor berita Perancis AFP.

Menurutnya kebanyakan pasien yang harus dioperasi di rumah sakit memilih segera kembali kerumah masing-masing karena takut ditangkap dan sulitnya proses operasi. Fasilitas kesehatan hampir semua rusak berat dan pekerjaan medis saat ini sangat mengundang bahaya. Namun begitu, para dokter menganggap itu bagian dari misi.

“Penangkapan dokter dan pasiennya disamakan dengan penangkapan yang harus menggunakan persenjataan,” lanjutnya.

Dokter di Suriah kerap diintimidasi dan bahkan apotik pun menjadi sasaran tentara. “Memblokade sarana kesehatan adalah tindakan sangat tidak terpuji. Hal itu menjadi masalah terbesar bagi mereka yang mengidap penyakit kronis seperti gagal ginjal ataupun diabetes. Penjarahan dan pengrusakan Apotik merupakan tindakan yang sangat tercela dan biadab”, kecamnya. Dalam maklumat terbarunya, Selasa (15/5/2012).

MSF menyerukan “keselamatan personil yang terluka dan para pekerja medis harus menjadi prioritas utama”. Surat ini ditujukan kepada Uni Eropa setelah pembaharuan sanksi mereka terhadap Suriah.

Sementara Otoritas Jendral Revolusi Suriah berkata: “Pada hari Selasa lalu sebanyak 75 orang tewas (3 wanita dan 4 anak-anak) karena serangan tentara Assad, termasuk 28 orang di Khan Sheikhoun propinsi Idlib. Kondisi itu semakin jelas ketika pasukan Assad menghujani tembakan kearah para pelayat di hadapan para pengamat internasional.” (Komite Nasional Untuk Muslim Syria)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment