HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Dokter Pun Jadi Korban Tentara Syria

May 19
00:11 2012

HMINEWS.Com – Organisasi medis internasional “Doctors Without Borders” yang juga dikenal dengan MSF (Medecins Sans Frontieres) mengungkapkan adanya sebuah pembantaian yang dilakukan pasukan Bashar Assad.

“Target tentara Suriah adalah membunuh orang-orang yang sudah terluka dan orang-orang yang diduga sebagai tersangka,” kata seorang dokter bedah asal Perancis yang tidak mau disebut identitasnya.

Lebih jauh ia menuturkan. “Kami tinggal di Suriah selama 10 hari, setelah dengan sembunyi-sembunyi melintasi Turki. Kami mampu keluar dari Suriah setelah melakukan perjalanan berat dan harus sangat hati-hati di propinsi Idlib, utara Suriah yang telah dikepung oleh tentara Suriah” seperti dilansir kantor berita Perancis AFP.

Menurutnya kebanyakan pasien yang harus dioperasi di rumah sakit memilih segera kembali kerumah masing-masing karena takut ditangkap dan sulitnya proses operasi. Fasilitas kesehatan hampir semua rusak berat dan pekerjaan medis saat ini sangat mengundang bahaya. Namun begitu, para dokter menganggap itu bagian dari misi.

“Penangkapan dokter dan pasiennya disamakan dengan penangkapan yang harus menggunakan persenjataan,” lanjutnya.

Dokter di Suriah kerap diintimidasi dan bahkan apotik pun menjadi sasaran tentara. “Memblokade sarana kesehatan adalah tindakan sangat tidak terpuji. Hal itu menjadi masalah terbesar bagi mereka yang mengidap penyakit kronis seperti gagal ginjal ataupun diabetes. Penjarahan dan pengrusakan Apotik merupakan tindakan yang sangat tercela dan biadab”, kecamnya. Dalam maklumat terbarunya, Selasa (15/5/2012).

MSF menyerukan “keselamatan personil yang terluka dan para pekerja medis harus menjadi prioritas utama”. Surat ini ditujukan kepada Uni Eropa setelah pembaharuan sanksi mereka terhadap Suriah.

Sementara Otoritas Jendral Revolusi Suriah berkata: “Pada hari Selasa lalu sebanyak 75 orang tewas (3 wanita dan 4 anak-anak) karena serangan tentara Assad, termasuk 28 orang di Khan Sheikhoun propinsi Idlib. Kondisi itu semakin jelas ketika pasukan Assad menghujani tembakan kearah para pelayat di hadapan para pengamat internasional.” (Komite Nasional Untuk Muslim Syria)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment