HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Ketua KAHMI: Konsepsi Masyarakat Madani Sangat Tepat Untuk Masa Depan Indonesia HMINEWS.COM, Mataram- Ketua Presidium Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan bahwa konsepsi pemerintahan yang dikelola secara masyarakat madani sangat tepat untuk merawat masa depan Indonesia....
  • Sambut Mahasiswa Baru, UNM Hadirkan Akbar Faizal HMINEWS.COM- Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017 di pelataran Gedung Phinisi, Sabtu (27/8/2016). Dalam acara tersebut UNM menghadirkan beberapa pembicara, Salah satunya adalah alumni UNM Akbar...
  • Pendiri KPPSI Tutup Usia, PB HMI Berduka HMINEWS.COM- Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar duka menyelimuti umat Islam di Makassar, Kanda Kalmuddin, M.Si, seorang aktivis Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), berpulang ke rahmatullah pada pukul 00.30 Wita,...
  • HMI: BOM Bunuh Diri Akhir Ramadhan, Tindakan Biadab HMINEWS.COM- Maraknya aksi teror dan ledakan bom bunuh diri di beberapa wilayah di akhir Ramadhan mendapat kecaman dan kutukan keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ketua Umum...
  • Dorong Kemerdekaan Palestina, PB HMI Bentuk PUSKASPINA HMINEWS.COM-  Tepat pada tanggal 26 Ramadhan 1437 H atau 01 Juli 2016 M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) membentuk Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKASPINA). Pembentukan lembaga...

Dokter Pun Jadi Korban Tentara Syria

May 19
00:11 2012

HMINEWS.Com – Organisasi medis internasional “Doctors Without Borders” yang juga dikenal dengan MSF (Medecins Sans Frontieres) mengungkapkan adanya sebuah pembantaian yang dilakukan pasukan Bashar Assad.

“Target tentara Suriah adalah membunuh orang-orang yang sudah terluka dan orang-orang yang diduga sebagai tersangka,” kata seorang dokter bedah asal Perancis yang tidak mau disebut identitasnya.

Lebih jauh ia menuturkan. “Kami tinggal di Suriah selama 10 hari, setelah dengan sembunyi-sembunyi melintasi Turki. Kami mampu keluar dari Suriah setelah melakukan perjalanan berat dan harus sangat hati-hati di propinsi Idlib, utara Suriah yang telah dikepung oleh tentara Suriah” seperti dilansir kantor berita Perancis AFP.

Menurutnya kebanyakan pasien yang harus dioperasi di rumah sakit memilih segera kembali kerumah masing-masing karena takut ditangkap dan sulitnya proses operasi. Fasilitas kesehatan hampir semua rusak berat dan pekerjaan medis saat ini sangat mengundang bahaya. Namun begitu, para dokter menganggap itu bagian dari misi.

“Penangkapan dokter dan pasiennya disamakan dengan penangkapan yang harus menggunakan persenjataan,” lanjutnya.

Dokter di Suriah kerap diintimidasi dan bahkan apotik pun menjadi sasaran tentara. “Memblokade sarana kesehatan adalah tindakan sangat tidak terpuji. Hal itu menjadi masalah terbesar bagi mereka yang mengidap penyakit kronis seperti gagal ginjal ataupun diabetes. Penjarahan dan pengrusakan Apotik merupakan tindakan yang sangat tercela dan biadab”, kecamnya. Dalam maklumat terbarunya, Selasa (15/5/2012).

MSF menyerukan “keselamatan personil yang terluka dan para pekerja medis harus menjadi prioritas utama”. Surat ini ditujukan kepada Uni Eropa setelah pembaharuan sanksi mereka terhadap Suriah.

Sementara Otoritas Jendral Revolusi Suriah berkata: “Pada hari Selasa lalu sebanyak 75 orang tewas (3 wanita dan 4 anak-anak) karena serangan tentara Assad, termasuk 28 orang di Khan Sheikhoun propinsi Idlib. Kondisi itu semakin jelas ketika pasukan Assad menghujani tembakan kearah para pelayat di hadapan para pengamat internasional.” (Komite Nasional Untuk Muslim Syria)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment