HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Preman Picu Bentrok, Laskar Mensweeping Jalanan Solo Namun Salah Sasaran

May 05
03:23 2012

HMINEWS.Com – Akibat penganiayaan oleh kelompok preman di Solo, Jawa Tengah, Laskar Amar Makruf mengadakan sweeping. Ratusan orang membawa senjata tajam berkeliling mencari kelompok preman di Jalan RE Martadinata, Gandekan, Solo, Jumat (4/5/2012) siang.

Sweeping tersebut berujung bentrok dengan warga pada pukul 15.00 dan dua orang luka parah, yaitu Ngatiman (63) dan Haris (30). Keduanya menjadi korban karena saat laskar melewati bengkel ada yang melempar iring-iringan dengan botol.

“Mereka mengira dua korban ini yang melempar, karena kedua korban ini dianggap dekat dengan yang melempar botol,” kata Jubir Polresta Solo, Sisraniwati.

Pengeroyokan tersebut mengakibatkan kemarahan warga yang kemudian menyerang balik laskar. “Intinya balas dendam dari kelompok warga. Kemudian, ada motor kelompok itu dibakar,” lanjut Sisraniwati.

Sedangkan dua anggota laskar yang dianiaya pada bentrokan sebelumnya oleh kelompok preman adalah Dodo (40) dan Sandi Nino (23) serta sepeda motor yang ditumpangi keduanya dibakar usai melayat.

Pentolan preman penganiaya anggota laskar adalah Iwan Walet dan Mardi yang kini telah ditahan polisi. “Iwan Walet dan Mardi telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami juga telah mengamankan para saksi,” ujar wanita berpangkat AKP tersebut.

Sementara menurut Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, kedua tersangka merupakan warga Kampung Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo yang terlibat langsung dalam bentrok dan melukai dua orang dan membakar sepeda motor.

Satu lagi warga yang terluka korban salah sasaran, yang bukan berasal dari kedua kubu adalah Agus Pamuji (31), dirawat di RSU Moewardi Solo. [viva/solopos/antara]

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment