HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Fakultas Teknik UGM Ciptakan Converter Kit

January 10
11:29 2012

HMINEWS – Kreasi anak bangsa terus bermunculan. Kali ini, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada terus mengembangkan converter kit, peralatan yang digunakan agar mesin berbahan bakar premium, pertamax, ataupun solar bisa menggunakan bahan bakar gas.

Ketua Tim Peneliti Jayan Sentanuhady mengatakan sebenarnya sejak 2009 lalu sudah dilakukan pengembangan itu. Bahkan, lanjutnya, UGM sudah mulai melakukan uji coba converter untuk mobil berbahan bakar bensin dengan karburator, mobil berbahan bakar bensin dengan injection, mobil berbahan bakar solar, dan sepeda motor.

“Salah satunya, converter ini yang kami pasang di mobil penelitian gas UGM. Konverter ini bisa mengubah tenaga gas ke bensin,” ujat Ketua tim Mobil Penelitian Gas UGM Jayan, Senin (9/1).

Cara kerja dari konverter pada mobil gas UGM, kata Jayan, cukup sederhana, berawal dari tabung gas bertekanan 200 bar yang diletakkan di jok belakang mobil. Selanjutnya gas tersebut disalurkan ke bagian mesin di depan. Melalui konverter yang ada, tekanan bisa diturunkan menjadi 2-3 bar sebelum akhirnya masuk ke bagian injeksi gas dan manipol.

“Prinsipnya sederhana saja karena tenaga gas ini bisa diubah (switch) dengan bensin ketika mobil berjalan maupun dengan kecepatan tinggi,” urai dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri ini.

Untuk tabung gas selama ini memang masih diperoleh secara terbatas di beberapa tempat seperti di Jakarta, Palembang, dan Surabaya. Inovasi pemanfaatan konverter gas tersebut, menurut Jayan, akan ramah lingkungan karena emisi gas buangnya yang lebih bersih daripada bensin.

“Karena masih prototipe, harga konverternya masih mahal. Semoga saja setelah dilakukan tahap uji berikutnya bisa ditindaklanjuti oleh industri dan dimanfaatkan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Jayan .

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan konverter mobil gas ke bensin untuk mobil termasuk konverter untuk hidrogen, diesel, dan untuk sepeda motor. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment