HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

2011 di dunia Arab: Perubahan yang bisa kita percaya

December 31
00:01 2011

Oleh: Pangeran Yordania El Hassan bin Talal

Amman, Yordania – Kita tengah menyongsong akhir dari suatu tahun yang sarat makna—di tingkat regional maupun global. Berbagai “kebangkitan” telah mengubah konteks strategis, sosial dan politik dari sebuah kawasan yang saya sebut “Asia Barat Afrika Utara” (yang umum dikenal dengan istilah Timur Tengah dan Afrika Utara).

Di tingkat global, tekanan masa sulit ekonomi dunia – yang tidak hanya terbatas di negara-negara Barat – telah menampakkan suatu zaman yang sangat mengglobal di mana kesempatan, kesetaraan, keadilan dan mobilitas sosial tampak telah banyak terkorbankan dalam tingkat yang sudah tidak lagi bisa diterima. Defisit dalam bajet nasional di seluruh dunia telah menciptakan dan mengembangbiakkan defisit kepercayaan, serta defisit martabat manusia di Barat maupun Asia Barat Afrika Utara. Realitas ini telah mengakibatkan munculnya gerakan “Duduki” (Occupy) di London dan Amerika Serikat, dan gerakan “Murka” (Indignant) di Spanyol, yang sama-sama dipengaruhi oleh, dan memiliki kemiripan tujuan dengan Kebangkitan Arab.

Apa yang tengah kita saksikan adalah munculnya retorika global baru di kawasan Asia Barat Afrika Utara. Retorika ini pada dasarnya memandang bahwa para manusia itu “terlalu besar untuk gagal”. Namun, pada 2012, itu akan perlu semakin diartikulasikan: tidak ada demonstrasi entah di Lapangan Tahrir di Kairo, di Wall Street di New York City, ataupun di tempat lain, yang telah dirancang secara intelektual ataupun politik. Konsep keamanan manusia malah telah dibuktikan kebenarannya oleh berbagai kejadian di lapangan: rakyat yang kritis, yang sebelumnya menjadi mayoritas yang dibungkam, telah muncul ke permukaan.

Tetapi mencicit di Twitter – yang erat dikaitkan dengan berbagai aksi protes belakangan ini – bukanlah gantinya pemikiran, dan belas kasih bukanlah gantinya kedisiplinan.

Kita telah menjadi sebuah kawasan sejuta aksen; taktik “pecah-belah lalu kuasai” telah membuat kita tidak mampu tampil dengan satu suara. Karena ini, orang lain dari luar kawasan sangat sering bicara untuk kita.

Kini saatnya membangun narasi baru – dan rasa persatuan yang lebih kuat. Setahun yang lalu, pada 1 Januari 2011, 21 orang terbunuh dalam suatu serangan ke sebuah gereja Koptik di Alexandria; 25 hari kemudian orang Muslim dan Kristen bersembahyang bersebelahan di Lapangan Tahrir. Itu tidak bertahan lama – benturan sektarian telah muncul kembali di Mesir, di Bahrain dan di seluruh kawasan. Namun, ini menunjukkan bahwa friksi-friksi yang terlalu sering tampak memecah-belah kawasan, dalam kalkulasi akhirnya, jauh lebih rapuh ketimbang yang dikira.

Dunia Arab sering kali digambarkan sebagai tempat melawan segala hal, terutama kemajuan. tetapi dalam beberapa bulan terakhir, orang-orang kawasanlah, laki-laki maupun perempuan, yang telah membuka jalan untuk memerangi apa yang disebut sebagai hak-hak universal: keadilan, transparansi dan akuntabilitas, hak untuk berkarir dan berkeluarga, dan hak rakyat Palestina untuk menjadi warganegara di teritori berdaulat mereka sendiri. Masa depan Asia Barat Afrika Utara tengah ditata ulang, diperebutkan dan diperjuangkan di berbagai macam ranah. Masa depan itu tetap tidak menentu dan konturnya buram – tetapi baranya menyala.

Kawasan ini membutuhkan undang-undang hak yang melarang segala bentuk diskriminasi, tetapi juga menguraikan tanggung jawab. Kita perlu melibatkan apa yang saya sebut komunitas ‘ruang ketiga’ – yang terdiri atas organisasi warga, pemerintah dan sektor swasta – untuk melahirkan berbagai model kohesi sosial dan pelibatan sosial. Kita perlu berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan – dan menelurkan tidak saja bisnis tetapi juga manusia-manusia terdidik.

Pada 1987, saya menjadi bagian dari sebuah komisi yang menyusun suatu laporan untuk Majelis Umum PBB yang menyerukan sebuah “tata kemanusiaan internasional baru”. Laporan berjudul Winning the Human Race ini memandang bahwa pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional sangat tergantung pada kesejahteraan individu dan masyarakat.

Kesimpulan yang bisa dipetik selama satu tahun terakhir tampak selaras dengan temuan laporan 24 tahun lalu ini. Sedikit banyak keduanya menunjukkan bahwa “perubahan nyata yang Anda bisa percaya” tidaklah datang dari pemerintah, tentara atau lembaga-lembaga – tetapi dari individu-individu manusia.

###

* Yang Mulia Pangeran El Hassan bin Talal ialah ketua dan pendiri Arab Thought Forum danWest Asia North Africa Forum.

Artikel ini ditulis kerja sama HMINEWS dengan Kantor Berita Common Ground (CGNews).

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment