HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...
  • Tahun 2029 Kecerdasan Komputer Diperkirakan Menyamai Manusia HMINEWS.COM, Director of Engineering Google, Ray Kurzweil, memperkirakan pada 2029 kecerdasan komputer akan setara dengan manusia, kondisi tersebut dikenal dengan istilah singularity, Sosok-sosok cerdas dunia percaya bahwa suatu saat nanti...
  • PB HMI Mengajak Kader, Almuni serta Masyarakat Turut Membantu Korban Gempa Aceh HMINEWS.COM, Jakarta- PB HMI (MPO) mengajak kader, almuni serta masyarakat untuk membantu korban gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.   Bantuan berupa uang dapat disalurkan melalui...
  • Hina Alqur’an, HMI Akan Laporkan Ahok ke Mabes Polri HMINEWS.COM- Jakarta-¬†Pengurus Besar HMI (MPO) Komisi Hukum dan HAM akan¬†melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Mabes Polri karena dianggap telah menghina agama Islam terkait videonya yang...

Muslim Patani Berjuang Sendiri

December 14
21:26 2011

HMINEWS.Com, Jakarta – Muslim Patani tidak mau disebut sebagai orang Thai. Mereka mengklaim sebagai entitas tersendiri, yaitu entitas Melayu Muslim. Bahkan pernah berdaulat dan punya sultan tersendiri sebelum dicaplok Thailand pada 1909.

Menurut Sekjen PULO (Patani United Liberation Organisation), Abu Jihad yang diwawancarai HMINEWS.Com di Jakarta, Rabu (14/12). Aneksasi pemerintah Thailand dan operasi militer yang terus berlanjut telah memakan banyak korban jiwa.

“Korban syahid rakyat Patani mencapai 4.000 (empat ribu) jiwa sejak 2004 hingga sekarang. Sedangkan korban luka-luka, dari pihak Patani maupun Thailand sampai sekarang melampaui angka 50.000 jiwa,” kata Abu Jihad.

Selain operasi militer, Thailand menempuh cara-cara lain dalam memperlakukan entitas Patani, seperti ‘mendefinisikan’ mereka sebagai orang Siam, namun tetap ditolak.

“Mereka juga mengganti nama-nama Islam dengan nama-nama lain. Baik nama-nama orang maupun nama-nama tempat, kampung-kampung dan sebagainya,” lanjut Abu Jihad dalam bahasa Melayu.

Kekerasan yang terus berlanjut membuat generasi muda Patani banyak yang memilih hijrah ke Malaysia yang lebih aman. Mereka rata-rata adalah penduduk yang berumur antara 18-27 atau 30 tahun.

Kasus yang belum lama terjadi, tentara Thailand menembaki sebuah masjid yang penuh oleh jamaah. “Padahal mereka adalah rombongan Jama’ah Tabligh yang biasa berkeliling kampung-kampung (bahkan antar negara).”

Hingga kini, Negeri Patani yang jumlah penduduknya mencapai 4juta jiwa tersebut masih terus berjuang untuk memperoleh kembali kedaulatan mereka dan mendapatkan pengakuan internasional. Melalui perjuangan bersenjata hingga diplomasi di PBB, OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan lainnya.

Namun perjuangan makin berat, sebab tidak banyak yang membantu, termasuk negara-negara muslim terdekat di ASEAN yang mengelilinginya. Sedangkan Malaysia yang terdekat, kata Abu Jihad, takut dengan Thailand. (Fathur)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment