HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Ketua KAHMI: Konsepsi Masyarakat Madani Sangat Tepat Untuk Masa Depan Indonesia HMINEWS.COM, Mataram- Ketua Presidium Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan bahwa konsepsi pemerintahan yang dikelola secara masyarakat madani sangat tepat untuk merawat masa depan Indonesia....
  • Sambut Mahasiswa Baru, UNM Hadirkan Akbar Faizal HMINEWS.COM-¬†Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017 di pelataran Gedung Phinisi, Sabtu (27/8/2016). Dalam acara tersebut UNM menghadirkan beberapa pembicara, Salah satunya adalah alumni UNM Akbar...
  • Pendiri KPPSI Tutup Usia, PB HMI Berduka HMINEWS.COM- Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar duka menyelimuti umat Islam di Makassar, Kanda Kalmuddin, M.Si, seorang aktivis Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), berpulang ke rahmatullah pada pukul 00.30 Wita,...
  • HMI: BOM Bunuh Diri Akhir Ramadhan, Tindakan Biadab HMINEWS.COM- Maraknya aksi teror dan ledakan bom bunuh diri di beberapa wilayah di akhir Ramadhan mendapat kecaman dan kutukan keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ketua Umum...
  • Dorong Kemerdekaan Palestina, PB HMI Bentuk PUSKASPINA HMINEWS.COM-¬† Tepat pada tanggal 26 Ramadhan 1437 H atau 01 Juli 2016 M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) membentuk Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKASPINA). Pembentukan lembaga...

Muslim Patani Berjuang Sendiri

December 14
21:26 2011

HMINEWS.Com, Jakarta – Muslim Patani tidak mau disebut sebagai orang Thai. Mereka mengklaim sebagai entitas tersendiri, yaitu entitas Melayu Muslim. Bahkan pernah berdaulat dan punya sultan tersendiri sebelum dicaplok Thailand pada 1909.

Menurut Sekjen PULO (Patani United Liberation Organisation), Abu Jihad yang diwawancarai HMINEWS.Com di Jakarta, Rabu (14/12). Aneksasi pemerintah Thailand dan operasi militer yang terus berlanjut telah memakan banyak korban jiwa.

“Korban syahid rakyat Patani mencapai 4.000 (empat ribu) jiwa sejak 2004 hingga sekarang. Sedangkan korban luka-luka, dari pihak Patani maupun Thailand sampai sekarang melampaui angka 50.000 jiwa,” kata Abu Jihad.

Selain operasi militer, Thailand menempuh cara-cara lain dalam memperlakukan entitas Patani, seperti ‘mendefinisikan’ mereka sebagai orang Siam, namun tetap ditolak.

“Mereka juga mengganti nama-nama Islam dengan nama-nama lain. Baik nama-nama orang maupun nama-nama tempat, kampung-kampung dan sebagainya,” lanjut Abu Jihad dalam bahasa Melayu.

Kekerasan yang terus berlanjut membuat generasi muda Patani banyak yang memilih hijrah ke Malaysia yang lebih aman. Mereka rata-rata adalah penduduk yang berumur antara 18-27 atau 30 tahun.

Kasus yang belum lama terjadi, tentara Thailand menembaki sebuah masjid yang penuh oleh jamaah. “Padahal mereka adalah rombongan Jama’ah Tabligh yang biasa berkeliling kampung-kampung (bahkan antar negara).”

Hingga kini, Negeri Patani yang jumlah penduduknya mencapai 4juta jiwa tersebut masih terus berjuang untuk memperoleh kembali kedaulatan mereka dan mendapatkan pengakuan internasional. Melalui perjuangan bersenjata hingga diplomasi di PBB, OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan lainnya.

Namun perjuangan makin berat, sebab tidak banyak yang membantu, termasuk negara-negara muslim terdekat di ASEAN yang mengelilinginya. Sedangkan Malaysia yang terdekat, kata Abu Jihad, takut dengan Thailand. (Fathur)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment