HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Arab Saudi Eksekusi warga Sudan Atas Tuduhan Tukang Sihir

November 06
03:58 2011


HMINEWS, Arab Saudi –  Lagi, seorang Sudan dipenggal di tempat umum dengan posisi berjongkok dan ditutup matanya, Abdul Hamid bin Husain bin al-Fakki Moustafa dieksekusi di sebuah tempat parkir mobil  di Madinah, Saudi Arabia, di barat negara itu karena dituduh sebagai tukang sihir.

 

Abdul Hamid yang dipenggal pada tanggal 20 September lalu adalah orang ke 44 yang dieksekusi di Arab Saudi dan  termasuk orang ke 11 untuk kategori warga negara asing.  Total yang dieksekusi di tahun 2011 lebih banyak 17 orang dibandingkan di tahun 2010.

Pemerintah Arab Saudi memang terkenal sadis dan hobi mengeksekusi orang. Kenaikan  angka ini  mengundang kritik dari sejumlah badan yang memiliki perhatian akan hak asasi manusia.  Demikian disiarkan dailymail awal pekan ini.

Arab Saudi memang lebih menyukai eksekusi dengan cara dipenggal dengan pedang yang tajam dibandingkan dengan listrik atau suntik mati. Cara ini dianggap lebih manusiawi dan cepat. Dan sementara kejahatan ‘sihir’ tidak terdefinisi dalam hukum Arab Saudi, telah digunakan untuk menghukum orang-orang untuk menjalankan sah dari hak asasi manusia mereka.

Abdul Hamid ditangkap pada tahun 2005 karena diminta menyusun mantra oleh seorang pria yang bekerja untuk Mutawa’een (polisi agama).  Mantra ini diperuntukkan agar ayah dari pria ini dapat meninggalkan istri keduanya. Untuk praktek ini, Abdul Hamid mendapat 6000 riyal-setara dengan £ 1.000. Ia dipukuli setelah penangkapan dan diperkirakan telah dipaksa untuk mengakui tindakan sihir.

Malcolm Smart, Direktur Amnesti Internasional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, sangat mengkritik eksekusi ini. Dia berkata: “eksekusi Abdul Hamid adalah mengerikan dan sepertinya Arab Saudi akan terus menggunakan hukuman yang paling kejam dan ekstrim.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment