HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Sulit Dibedakan Antara USAID dan Amerika Serikat.

November 20
11:26 2011

Gita Rizkasari, mahasiswa Fakultas Ilmu Politik jurusan Hubungan Internasional, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta.  Apa istimewanya wanita kelahiran 8 Desember 1988 ini?  Akhir Agustus lalu, mahasiswi angkatan 2007 tersebut menulis Skripsi bertajuk: KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT  DALAM USAID(UNITED STATES AGENCY FOR INTERNATIONAL DEVELOPMENT) DALAM PROGRAM BANTUAN KEMANUSIAAN DI ACEH PERIODE 2005-2007.

 

 

Skripsi ini membahas mengenai kepentingan Amerika Serikat dalam pemberian bantuan kemanusiaan di Aceh pada periode 2005-2007. Yang menarik dari skripsi tersebut, Gita Rizkasari berhasil mengungkap peranan USAID sebagai lembaga pemberi bantuan di bawah Departemen Luar Negeri AS dalam mendesain dan menjalankan program LOCAL GOVERNANCE SUPPORT PROGRAM (LGSP), untuk rekonstruksi dan rehabilitasi rakyat Aceh.Segi lain yang cukup menarik dari penelitian Gita yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi literature dan wawancara mendalam dengan berbagai narasumber, skripsi berhasil mengungkap apa motif sesungguhnya dari kepentingan AS di Aceh. Berdasarkan temuannya, Gita berkesimpulan bahwa bantuan luar negeri AS lewat USAID telah menjadi alat kebijakan yang dengan sengaja didisain untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri suatu negara sehingga selaras dengan apa yang  diinginkan oleh negara donor.

Dalam pemberian bantuan oleh USAID sebagai perpanjangan Amerika pasca tsunami di Aceh, terdapat dua kepentingan ekonomi yang berhubungan dengan adanya PT EXXONMOBIL do daerah Aceh Utara (Lhokseumawe) dan kepentingan politik yaitu Amerika Serikat menggunakan NGO Lokal/Nasional sebagai penyuplai informasi tentang berbagai persoalan ekonomi politik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Aceh.

Semua informasi dari lapangan ini, nantinya akan dijadikan nilai tawar bagi pemerintah Amerika dalam melakukan berbagai deal dengan pemerintah Indonesia.

Menurut catatan Gita hingga 2007, USAID telah memberikan bantuan LGSP di Aceh lebih dari US$ 53 juta sebagai bagian dari paket bantuan AS untuk pemulihan dan rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara  sebesar US$ 4 juta.

USAID adalah Amerika, begitu tukas Gita, yang semasa kuliah hingga lulus sarjana Ilmu Hubungan Internasional pada akhir Agustus lalu, aktif sebagai guru pada sebuah sekola dasar negeri di Jakarta. Sehingga kebijakan Amerika akan sangat dominan dalam penyaluran bantuan oleh USAID. “Tak ada perbedaan kebijakan antara USAID dan Amerika Serikat, karena USAID merupakan bagian dari pemerintahan,”demikian kesimpulan Gita yang dalam penyusunan skripsi ini merujuk pada buku karya Hendrajit DKK, Tangan-Tangan Amerika, Operasi Siluman CIA di Pelbagai Belahan Dunia.

Dalam hasil penelitian Gita, USAID berbeda dengan National Democratic Institute (NDI) yang berafiliasi  ke Partai Demokrat  atau International Republican Institute(IRI) yang berafiliasi ke Partai Republik. Keduanya cenderung diarahkan oleh kedua partai tersebut.

Tapi dalam beberapa kasus, USAID kerap melakukan tender kepada sub-kontraktor NGO internasional untuk menyalurkan dana mereka. Maka NDI, IRI atau sejumlah NGO internasional lainnya kerap mendapatkan dana dari USAID.

Tapi ya itu tadi. Sekali lagi Gita Rizkasari berkesimpulan, kalau berbicara mengenai dana USAID, maka itu adalah Pemerintah Amerika Serikat. Sulit membedakan antara USAID dan Amerika Serikat

Penulis : Gita Rizkasari

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Mira Helena
    Mira Helena April 22, 17:20

    semoga saja RI tidak kehilangan jati dirinya….

    Reply to this comment

Write a Comment