HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Setelah Lebaran, SBY-Boed Harus Disingkirkan dari Kekuasaan, Mantap!

July 17
14:10 2011

HMINEWS – Pemerintahan hasil Pemilu 2009 lalu tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, masyarakat sudah mulai jijik melihat politik pencitraan yang selama ini dipertontonkan. Sementara itu, sejumlah kasus kriminal, semisal kasus Bank Century dan pengadaan barang dan jasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU), tak kunjung tuntas.

Hal itu dinyatakan mantan menteri koordinator perekonomian pada era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli saat memberikan sambutan pada acara Milad ke-13 Partai Bulan Bintang (PBB), di Jakarta, Minggu (17/7).

“Pemimpin yang berkuasa saat ini kami beri waktu dulu sampai lebaran,” kata Rizal Ramli.

Dia mengatakan, jika rakyat merebut mandat hasil Pemilu 2009 yang tidak jujur, adil, dan transparan, polisi jangan ikut campur. Rizal meminta polisi jangan ikut mengamankan kekuasaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

“Tugas polisi hanya mengamankan keselamatan Presiden SBY dari amukan massa,” kata Rizal disambut tepuk tangan undangan Milad PBB.

“Kasus pengadaan barang dan jasa, seperti IT, di KPU adalah tindakan kriminal yang tak bisa dibiarkan,” katanya.

Tindakan kriminal lainnya, menurut Rizal, adalah kasus Bank Century. Kasus Century tak bisa dibiarkan dan pengadilan internasional akan menyelesaikan kasus yang merugikan negara Rp 6,7 triliun tersebut.

“Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak berani mengusut kasus itu. Ini ada apa?” Tanya Rizal.

Dengan kondisi tersebut, Rizal mengatakan, sudah saatnya pemerintahan SBY-Boedino disingkirkan dari puncak kekuasaan setelah lebaran.

“Sebenarnya masyarakat menginginkan penumbangan Presiden sebelum lebaran ini. Tapi karena sejumlah tokoh nasional bisa menahan massa, ya kami beri waktu dulu dia menikmati kekuasaan hingga lebaran ini,” kata dia.[]PO/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment