HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Indonesia-Israel Punya Hubungan Akrab, Ini Buktinya!

July 18
22:11 2011

HMINEWS – Duta Besar Israel untuk Singapura Amira Arnon benar-benar marah mengetahui kunjungannya ke Jakarta pada Maret lalu bocor ke media. Ia mengaku sangat kecewa karena berita yang ditulis tempointeraktif dianggap tidak betul.

Diplomat perempuan itu tidak mau lagi berkomentar soal hasil kunjungannya bersama rombongan pengusaha asal negeri Zionis itu. “Semua yang Anda tulis tidak benar. Saya sudah membaca artikel itu,” kata Amira yang dihubungi Tempo melalui telepon selulernya siang ini, Senin 18 Juli 2011.

Lawatan Amira memang sangat mengejutkan lantaran Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik Jadi tidak dibenarkan seorang pejabat Pemerintah Israel mendapat visa untuk datang ke Jakarta.

Informasi kehadiran Amira ke Jakarta pada 20-27 Maret lalu itu disampaikan oleh seorang duta besar dari Timur Tengah. Ia mengaku didatangi oleh Amira di kantornya pada 22 Maret pagi. Namun, Amira menolak memberi tahu diplomat itu bagaimana ia bisa memperoleh visa.

Menurut diplomat yang tidak mau disebutkan identitasnya itu, Amira datang untuk menawarkan teknologi pertanian terbaru dari Israel. Ia juga dijadwalkan bertemu pihak Kadin (Kamar Dagang dan Industri).

Amira yang dihubungi berkali-kali tidak bisa dimintai konfirmasinya. Namun, Wakil Duta Besar Israel untuk Singapura Nihal Sharee membenarkan lawatan bosnya itu. “Ia datang dalam kapasitas pribadi untuk menemai rombongan pengusaha Israel,” ujarnya.[]tempo/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment