HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Hatta: SBY Tukang Bohong

June 03
00:24 2011

HMINEWS – Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta revisi kontrak karya dengan pihak asing sangat luar biasa. Pidato yang disampaikan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin (Rabu, 1/6) sedikit menggambarkan bahwa SBY sudah punya nyali melawan kolonialisme.

“Berarti SBY sudah punya nyali melawan, seperti yang dikatakan Habibie, VOC gaya baru. Tapi permasalahannya, dia (SBY) sering bohong,” kata aktivis 77/78, Hatta Taliwang mengutip  Rakyat Merdeka  Kamis (2/6).

Yang juga harus diperhatikan adalah, apakah pidato ini merupakan niat murni dari SBY atau hanya upaya menaikkan nilai tawar kepada asing.

“Dari kemarin saya sebar SMS, kalau kita konsekuen dengan Pancasila, sebaiknya revisi UU yang sarat kepentingan neoliberalisme, seperti UU Minerba atau UU Migas. Dan itu yang seharusnya dilakukan SBY,” lanjut Hatta.

Sebelum Revisi Kontrak Karya Asing, Amandemen Dulu UU Pro Neoliberalisme

Kalau SBY benar-benar anti neoliberalisme, harusnya SBY bertindak cepat. Jangan dulu merenegosiasi kontrak karya dengan perusahaan asing, tapi lakukan dulu amandemen UU yang berbau neoliberalisme.

“Yang jelas kalau SBY mau jadi nasionalis sejati, maka dia harus ambil tindakan secepatnya. Kalau bisa, besok, ia membentuk tim yang mengevaluasi beberapa UU neoliberalisme, misal UU Penanaman Modal Asing, UU Air, UU Perburuhan dan UU Migas,” ujar Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan kepada  Rakyat Merdeka Rabu malam (1/6)

Lalu apakah tindakan SBY ini dilakukan karena ia mulai ditinggalkan asing, kemudian pernyataan ini dijadikan alat untuk menaikkan nilai tawarnya?

“Bisa saja, karena memang ada indikasinya dari artikel Wall Street Journal, The Age, Sydney Morning Herald (yang menghujatnya),” ujarnya lagi.

Tapi, itu tak jadi urusan, kata Syahganda yang jadi urusan adalah bagaimana kebijakan-kebijakan yang ada harus bersih dari kepentingan asing, demi menyejahterakan rakyat secara umum.[]RMOL/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. BANTAN mantan PAN
    BANTAN mantan PAN June 04, 11:05

    terlanjur jd pelayan kolonialsm, sbg “good Boy” nya paman sam

    Reply to this comment

Write a Comment