HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Hatta: SBY Tukang Bohong

June 03
00:24 2011

HMINEWS – Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta revisi kontrak karya dengan pihak asing sangat luar biasa. Pidato yang disampaikan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin (Rabu, 1/6) sedikit menggambarkan bahwa SBY sudah punya nyali melawan kolonialisme.

“Berarti SBY sudah punya nyali melawan, seperti yang dikatakan Habibie, VOC gaya baru. Tapi permasalahannya, dia (SBY) sering bohong,” kata aktivis 77/78, Hatta Taliwang mengutip  Rakyat Merdeka  Kamis (2/6).

Yang juga harus diperhatikan adalah, apakah pidato ini merupakan niat murni dari SBY atau hanya upaya menaikkan nilai tawar kepada asing.

“Dari kemarin saya sebar SMS, kalau kita konsekuen dengan Pancasila, sebaiknya revisi UU yang sarat kepentingan neoliberalisme, seperti UU Minerba atau UU Migas. Dan itu yang seharusnya dilakukan SBY,” lanjut Hatta.

Sebelum Revisi Kontrak Karya Asing, Amandemen Dulu UU Pro Neoliberalisme

Kalau SBY benar-benar anti neoliberalisme, harusnya SBY bertindak cepat. Jangan dulu merenegosiasi kontrak karya dengan perusahaan asing, tapi lakukan dulu amandemen UU yang berbau neoliberalisme.

“Yang jelas kalau SBY mau jadi nasionalis sejati, maka dia harus ambil tindakan secepatnya. Kalau bisa, besok, ia membentuk tim yang mengevaluasi beberapa UU neoliberalisme, misal UU Penanaman Modal Asing, UU Air, UU Perburuhan dan UU Migas,” ujar Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan kepada  Rakyat Merdeka Rabu malam (1/6)

Lalu apakah tindakan SBY ini dilakukan karena ia mulai ditinggalkan asing, kemudian pernyataan ini dijadikan alat untuk menaikkan nilai tawarnya?

“Bisa saja, karena memang ada indikasinya dari artikel Wall Street Journal, The Age, Sydney Morning Herald (yang menghujatnya),” ujarnya lagi.

Tapi, itu tak jadi urusan, kata Syahganda yang jadi urusan adalah bagaimana kebijakan-kebijakan yang ada harus bersih dari kepentingan asing, demi menyejahterakan rakyat secara umum.[]RMOL/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. BANTAN mantan PAN
    BANTAN mantan PAN June 04, 11:05

    terlanjur jd pelayan kolonialsm, sbg “good Boy” nya paman sam

    Reply to this comment

Write a Comment