HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Barat Berlebihan Sikapi Islamopobhia

May 20
11:17 2011

HMINEWS,COM,- Barat bersikap terlalu berlebihan terhadap Islam dan Dunia Islam. Ketakutan berlebihan, dan cenderung memojokkan Islam karena dianggap sebagai sebuah kumpulan teroris. Hal itu merupakan pendapat yang salah sekaligus perlu diluruskan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, dalam Seminar Internasional Sosio-Political Changes in the Islamic World : Challenges and Opportunities, di UC UGM, Sleman, DIY, Selasa (17/5/2011). Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti pandangan yang salah mengenai Islam tidak bisa hidup di negara demokratis.

“Itu salah besar. Nyatanya Indonesia dengan mayoritas beragama Islam juga dapat menjaga semangat demokratisasi,” tutur Priyo, pada acara yang juga menampilkan pembicara mantan perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dan mantan ketua MPR RI, Amien Rais.

Ia mengatakan pascareformasi Indonesia kini telah dapat dikatakan sebagai salah satu negara paling demokratis di muka bumi. Hal ini pun menurutnya bisa menjadi percontohan dan cerminan, terutama untuk negara-negara Barat bahwa Islam pun dapat menciptakan sebuah sistem demokrasi yang mendekati makna demokrasi sebenarnya.

Terkait sejumlah krisis dan permasalahn di beberapa negara Islam di Timur Tengah, Priyo menilai hal tersebut dapat menjadi suatu entri poin tersendiri. Ia menjelaskan, entri poin yang dimaksud di sini adalah permasalahan tersebut dapat menjadi momentum untuk menyongsong sebuah dunia baru.

“Dunia Islam dan Barat yang selama ini tidak akur, bukan tidak mungkin nantinya akan berubah. Ini bisa menjadi jembatan hubungan baru antara dunia Islam dan Barat, begitu pula sebaliknya,” lanjut Priyo.

Adapun Amien Rais lebih menyoroti pada penyelesaian krisis yang terjadi di beberapa negara Islam di Timur Tengah. Amien, yang juga ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM dan pakar Timur Tengah, mengajak kaum Muslim untuk kembali pada kitab suci Alquran.

“Di Alquran kita tidak diajari untuk saling bunuh atau pertumpahan darah untuk mengubah dunia,” tegasnya.

Mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini juga menekankan perlunya kesadaran diri masing-masing pihak, terutama umat Muslim, untuk bijak dalam melihat suatu permasalahan. Menurutnya, dengan cara demikian, segala persoalan akan dapat diselesaikam secara baik tanpa perlu  kekerasan atau perang saudara.

Seminar  Sosio-Political Changes in the Islamic World : Challenges and Opportunities merupakan rangkaian kegiatan The 7th Gathering of Union of Islamic World Student yang digelar Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Acara diselenggarakan 16-19 Mei 2011. /hast/ Tribun Jogja/.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment