HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

SBY Kunjungin Kasino di Pulau Bintan?

February 25
20:20 2011

Presiden SBY

Lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Brunei Darussalam yang dijadwalkan hari ini, Kamis (24/02) menuai polemik. Pasalnya bukan kepergian SBY ke Brunei, namun dalam jadwal yang dirilis Istana Negara disebutkan bahwa SBY akan mampir sejenak di pulau Bintan untuk sebuah agenda yang belum disebutkan dengan jelas. Meski sempat dibantah ternyata kecurigaan adanya sebuah kasino (tempat judi) dan tudingan proyek fiktif justru mendekati kenyataan, benarkah?

Adalah AM Hendropriyono mantan kepala BIN yang dengan terang mengungkapkan bahwa ada proyek ‘fiktif’ yang patut di curigai di Bintan.

Proyek itu menurut saya fiktif. Pada 2007 sudah ada peletakan batu pertamanya oleh Menbudpar Jero Wacik dan sampai sekarang saya belum pernah dengar batu terakhirnya (proyeknya selesai -red),” kata mantan KaBIN, AM Hendropiyono di sela-sela pameran buku di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Sepengetahuannya, proyek fasilitas wisata yang dibangun di desa Seboklagoi, Pulau Bintan, tersebut sudah mulai dibangun pada 2007 lalu. Namun pengerjaanya sempat lama terhenti akibat aksi penolakan warga setempat setelah mendengar salah satu fasilitas penunjang di dalam kompleks wisata itu adalah tempat perjudian. “Saya kaget, karena proyeknya tidak terselesaikan. Warga menolaknya sebab akan ada casino,” cetus Hendro.

Hal lain yang membuatnya ragu adalah investor pengelolanya yang berganti dari PT Wisata Siburia menjadi PT Rekayasa Prima, namun dengan orang yang sama, yaitu Mark Wee, seorang pengusaha berkewarganegaraan Malaysia yang rekam jejaknya dalam dunia usaha dianggap belum kompeten.

“Nilai proyek di Bintan ini Rp 30 triliun. Tetapi Mark Wee ini saya belum pernah dengar di proyek yang nilai Rp 1 milyar. Saya belum pernah lihat. Dia tidak ada rekam jejaknya,” ungkap dia.

“Kalau ternyata proyek ini fiktif, nanti presiden lagi disalahkan. Padahal saya baca di media, presiden bilang ke pemda jangan sampai bikin proyek pepesan kosong nanti tidak berguna,” tandasnya.

Saat dihubungi Julian Aldrin Pasha, juru bicara kepresidenan menolak jika dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan rumah judi atau proyek bodong lainnya di Bintan, Kepulauan Riau, 25-27 Februari mendatang.

“Presiden akan berangkat ke Brunei Darussalam besok pagi. Beliau beserta rombongan dijadwalkan kembali tiba di Jakarta hari Minggu. Namun, jika tidak ada perubahan, Presiden direncanakan singgah terlebih dahulu di Bintan. Ada sejumlah agenda penting di sana,” katanya, Rabu (23/2).

Namun ia tidak bisa menyebutkan secara pasti apa yang dilakukan oleh presiden dalam kunjungan singkat di Bintan. “Saya belum bisa memberi tahu apa saja yang akan dilakukan Presiden di Bintan. Kemungkinan, beliau akan sekalian menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya besok pagi terkait kunjungan kenegaraan ke Brunei. Namun, saya bisa pastikan tidak benar soal peresmian perjudian di Bintan atau pun yang lainnya,” ujarnya.

Dari Kepulauan Riau akhirnya kami mendapatkan penjelasan mengenai kehadiran presiden di pulau Bintan tersebut. Disebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberi nama baru pada kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 26 Februari 2011. “Belum ada yang mengetahui nama baru Treasure Bay yang akan diberikan Presiden Yudhoyono,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad, Kamis (24/02).

Selain memberi nama baru pada Treasure Bay Bintan, kata dia, Presiden Yudhoyono juga akan menandai pembangunan tahap pertama kawasan terpadu. Treasure Bay Bintan dibangun secara bertahap oleh konsorsium dari Malaysia, Landmark Holding Sdn Bhd, dengan nilai investasi sekitar Rp24 triliun. Tahap awal investasinya sebesar 425 juta dolar Amerika.

Investor asal Malaysia itu akan membangun pusat kebugaran, butik di hotel, hunian wisatawan dan marina. Selain itu juga membangun Cristal Lagoon yang merupakan inovasi terbaru dalam pengembangan kawasan wisata terpadu. “Itu salah satu bentuk keseriusan konsorsium asal Malaysia untuk membangun kawasan wisata di Lagoi,” ujarnya.

Pembangunan kawasan wisata terpadu Treasure Bay Bintan sudah direncanakan sejak tahun 2007, namun mengalami kendala sehingga baru dapat dilanjutkan sekarang. Pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut tidak disertai dengan fasilitas perjudian, kata Ansar.

Ternyata apa yang dipaparkan oleh mantan kepala BIN AM Hendropriyono sebagian besar benar, meskipun belum dapat dipastikan mengenai keberadaan kasino dalam lokasi wisata yang dimaksud. Jika benar , maka polemik ini diprediksi akan menjadi sebuah skandal baru bagi pemerintahan SBY yang sedang mendapat sorotan dari banyak pihak.[]seruu/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment