HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Dari Trafalgar Square Untuk Rakyat Mesir

February 13
11:39 2011

Dari Trafalgar Square Untuk Rakyat Mesir

Sabtu kemarin, alun alun kota London, Trafalgar Square, tidak jauh dari Istana Ratu Inggris Elizabeth II di Buckingham Palace dan gedung Parlemen Westminster Abbey menjadi lautan merah, hitam dan putih, warna bendera Mesir.

Massa merayakan Hari Bersolidaritas dan Berlawan, menyusul tumbangnya Presiden Hosni Mubarak di Mesir.

Sejak pagi, ribuan orang terdiri dari aktivis, serikat buruh, mahasiswa dan aktivis Amnesty Internasional, berdatangan dari penjuru Inggris untuk turut merayakan kemenangan rakyat Mesir dalam menuntut mundur Presiden Hosni Mubarak.

Aditya Muharam, peserta aksi dari Indonesia, berkata pada ANTARA, semangat solidaritas dan optimisme menggelora di udara.

“Bila Mesir bisa maka kota-kota lainnya juga pasti bisa merasakan gelora dan solidaritas masyarakat Mesir,” katanya.

“Hari ini kami berkumpul untuk selebrasi dan protes,” seru Salil Shetty, Sekretaris Jenderal Amnesty Internasional.

Setelah mundurnya Husni Mubarak, dia melihat agenda Mesir selanjutnya adalah menghormati dan menegakkan Hak Asasi Manusia, tidak saja di Timur Tengah tetapi juga Afrika Utara.

Sehari sebelum demonstrasi berlangsung, Presiden Mesir Hosni Mubarak tumbang setelah 30 tahun berkuasa, digoyang demonstrasi besar selama 18 hari.

Ini adalah diktator kedua yang tumbang setelah beberapa minggu sebelumnya Ben Ali dari Tunisia mundur dari kekuasaannya.

Salil Shetty, mengatakan demonstrasi antipemerintah otoriter telah menggelora di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara dalam beberapa minggu ini.

“Banyak pendemo terbunuh, terluka atau ditahan. ‘Amnesty International menyerukan semua negara di kawasan untuk menghormati HAM.” katanya.

Warga Mesir di Inggris, dipenuhi ekstasi, saat melihat tumbangnya pemimpin mereka yang dianggap mereka diktator itu.

“Saya merasa melayang, saya sangat bahagia, sangat-sangat bahagia,” ungkap Mohammed Ihsam, warga Mesir yang bekerja di London.

“Semuanya akan menjadi lebih baik, ini baru permulaannya saja,” ujarnya optimis sambil membalut diri dengan bendera Mesir.

Di Trafalgar Square ini, orang-orang juga melambaikan bendera Aljazair, Tunisia, Yaman, Palestina, dan Iran di lapangan yang tak jauh dari landmark kota London, jam gadang Big Ben.

Koordinator aksi meminta para peserta demonstrasi untuk mengeluarkan ponsel dan mengacungkan dua jari tanda berbentuk V (victory atau kemenangan) ke udara.

Mereka merasa ini adalah representasi vitalnya peran teknologi informasi dan media sosial seperti internet, Facebook, Twitter dan juga televis berita seperti Aljazeera dalam mengawal tuntutan rakyat Tunisia dan Mesir.

Turut ikut ambil bagian dalam demonstrasi ini Kongres Serikat Buruh Internasional (ITUC), Human Rights Watch, Institut HAM Kairo, Inisiatif Mesir untuk Hak Personal, Jaringan HAM Euro-Mediterranean Human Rights Network dan Serikat buruh Jurnalis Nasional Inggris.[]Zeynita Gibbons

Sumber : Ant

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. arief
    arief February 14, 10:08

    Di inggris konggres serikat buruh internasional ( ITUC ) menjadi salah satu kekuatan politik yang berprestasi, apa kabar dengan SERIKAT BURUHNYA INDONESIA di dalam negri?? seharusnya tidak hanya di dalam negri, serikat buruh indonesia harus juga menaungi pada TKW dan TKI dari indonesia yang bekerja keluar negeri dan bekerja sama dengan ITUC sehingga mereka bisa membayar pengacara untuk pendidikan hukum sebelum masuk di negara tempatnya bekerja dan perlindungan hingga akhir kembali ke indonesia…dari pada uangnya masuk ke devisa Negara buat menggemukkan pejabat berwatak Gayus…tanpa imbalan kepedulian yang berarti dari pemerintahan RI….maupun DPR, terbukti DPRD surabaya bertindak sangat tegas membela kepentingan beberapa orang pengusaha dalam perwali ibu risma…tapi DPRD tak pernah demikian jika menyangkut nasib TKI…padahal yang pahlawan Devisa adalah TKI bukan Pengusaha dengan pajak reklamenya ke Negara….

    Reply to this comment

Write a Comment