HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Berlindung ke Israel, Mubarak Pilih Mati di Mesir!

February 17
09:46 2011

Berlindung ke Israel, Mubarak Pilih Mati di Mesir!

HMINEWS- Mantan diktator Mesir, Hosni Mubarak, direlokasi menuju sebuah hotel besar di kota Ilat, di Palestina pendudukan dengan menggunakan helikopter setelah sempat tinggal beberapa pekan di Uni Emirat Arab.

Berdasarkan laporan Alalam (16/2/2011), para saksi mata menekankan bahwa muncul gerak-gerik yang mencurigakan di kota Ilat. Para pasukan keamanan rezim Zionis ditempatkan di sekitar hotel di kota itu dan bahkan aparat juga mengontrol kondisi keamanan dari udara.

Berdasarkan sumebr tersebut, sebuah sumber di hotel membocorkan informasi bahwa mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak, akan tinggal di hotel tersebut. Menariknya seluruh pegawai hotel tersebut menolak menjawab pertanyaan soal kebenaran berita tersebut. Namun juru bicara hotel menyatakan akan mengontak untuk mengkonfirmasikan berita tersebut.

Hosni Mubarak Lebih Memilih Mati di Mesir

Seorang pejabat Arab Saudi seraya mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk menampung mantan diktator Mesir menekankan, Hosni Mubarak menyerah kepada kematian.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Mehr mengutip Reuters, seorang pejabat Arab Saudi yang tidak bersedia disebutkan identitasnya mengatakan, Riyadh siap menampung Mubarak, namun mantan diktator Mesir ini bersikeras mati di negaranya sendiri.

Ia menambahkan, saat ini Mubarak belum mati, namun kondisi fisiknya tidak begitu baik. Mubarak juga menolak meninggalkan Mesir. Ditekankannya, Mubarak sepenuhnya siap untuk mati dan mengharap meninggal di Sharm el-Sheikh.

Diberitakan bahwa sekutu dekat AS dan Israel ini menyatakan ingin mati di Mesir dan menolak untuk berobat ke luar negeri seperti yang dianjurkan oleh para dokter.[]irib/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment