HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Bambang Soesatyo, Politisi Senayan yang Vokal dan Humanis!

February 14
11:07 2011

Vokal dan Humanis, Siapa Sebenarnya Bambang Soesatyo?

HMINEWS- Bambang Soesatyo bisa dikatakan salah satu bintang Senayan Dia melejit seiring mencuatnya kasus Bank Century. Pernyataan Bambang kerap membuat merah kuping Istana. Bagaimana sosoknya?

Bambang Soesatyo merupakan salah satu bintang baru dari Senayan. Sejak awal menginjakkan kaki di parlemen, nama pria kelahiran 10 September 1962, langsung melesat. Ini bisa dipahami jika melihat latar belakang Bambang Soesatyo.

Dia lama malang melintang di dunia pers yang terjun sejak 1985 di Harian Umum Prioritas, Sekretaris Redaktur Majalah Vista (1985) dan Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis (1991).

Dari latar belakang wartawan inilah, ‘dunia’ Bambang Soesatyo terbuka. Dia mulai berkenalan dengan dunia usaha dengan terjun sebagai pelaku bisnis, yang secara bersamaan menekuni politik praktis. “Saya menjadi pengusaha karena menjadi wartawan,” ujarnya belum lama ini di gedung DPR, Jakarta.

Menurut dia, dirinya menjadi pengusaha karena kecelakaan. Ia mulai menekuni dunia usaha setelah Harian Umum Prioritas dibredel oleh rezim berkuasa saat itu kemudian bergabung dengan Media Indonesia. “Ada majalah sendiri namanya Info Bisnis. Nah pemegang saham ada Pak Ical (Aburizal Bakrie), Pak Agung Laksono, Pak Fadel Muhammad. Saya hanya modal dengkul,” selorohnya.

Bambang mengakui proses hidupnya dari wartawan menjadi pengusaha dan kini menjadi politisi tidak terlepas dari sikapnya yang selalu menjaga kepercayaan orang lain. “Saya bukan dari keluarga jenderal atau pengusaha besar. Tapi modal saya menjaga hubungan yang baik saat saya menjadi wartawan. Saya menjaga kepercayaan mereka,” katanya.

Pria yang akrab dianggil Bamsoet atau inisial BS ini menyebutkan jika ingin mengejar sesuatu tidaklah bisa dilakukan sendirian. “Kita harus berbagi meyakinkan kawan-kawan yang sejalan dan kemudian membangun kekuatan bersama,” ujarnya.

Keterlibatan Bambang Soesatyo di Partai Golkar dimulai sejak 1980 dengan masuk menjadi aktivis AMPI. Bahkan ia telah menjadi calon anggota legislatif sejak era orde baru. “Pemilu 2009 merupakan kali kelima sejak aktif di Golkar, dan baru sekarang jadi,” katanya. Bagi Bambang, politik merupakan jalur untuk mencapai tujuan.

Salah satu inisiator angket Century ini mengaku saat awal menggulirkan idenya itu, ia meyakinkan internal partainya untuk mendukungnya. “Mengapa kami melakukan safari politik ke sejumlah tokoh nasional, karena untuk meyakinkan pimpinan partai politik. Kita menyadari, kita bukan apa-apa di DPR. Kita hanya pasukan yang bisa hilang lima tahun sekali,” paparnya.

Bambang Soesatyo sejak mahasiswa memang sudah terlibat aktif di berbagai organisasi. Seperti Ketua Umum Senat Mahasiswa Akademi Akuntansi Jayabaya (1982 – 1983), Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa (1983 – 1984), Pemred Majalah Universitas Jayabaya (1984-1985) dan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia (1986).

Juga Pimpinan Umum Majalah HMI Cabang Jakarta (1986-1987), Wakil Sekretaris Koordinasi Komisariat HMI Universitas Jayabaya (1988), Wakil Sekjen PB HMI (1988-1990), Ikatan Pers Mahasiswa (1986-1988) serta Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Mapussy Indonesia (1989-1992).

Latar belakang wartawan betul-betul menjiwai sosok Bambang. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaannya menulis rilis yang dikirimkan ke sejumlah jurnalis. Dapat dipastikan, hampir setiap hari beragam isu ia komentari. “Itulah pemikiran tiap hari yang menganggu saya, saya tuangkan melalui rilis yang saya sebar ke sahabat-sahabat jurnalis,” cetusnya.

Lebih dari itu, Bambang mengaku, status pekerjaan di identitas dirinya ia tulis sebagai wartawan. Bagi Bambang, wartawan profesi yang tidakan akan pernah berakhir hingga ke liang kubur. “Sampai sekarang saya masih status wartawan. Meski menjadi anggota DPR, status pekerjaan saya masih saya tulis sebagai wartawan,” katanya.

Jiwa idealisme Bambang di parlemen terus berkobar terutama terkait dengan tugas-tugas konstitusionalnya sebagai anggota DPR. Mimpi Bambang terhadap bangsa ini, agar jurang si kaya dan si miskin terkikis. “Jurang antara kaya dan miskin harus diperkecil,” ujar dia.

Ia juga berharap agar pemerintahan dapat bekerja dengan baik mengayomi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang kelompok. “Bekerja sesuai komitmen jangan hanya retorika,” sarannya.

Terkait dengan kerja di parlemen, ia memiliki mimpi agar citra parlemen tak negatif di mata publik. Dia mengaku cita-citanya tak muluk-muluk yakni DPR periode dirinya mampu menghasilkan legislasi yang baik. “Yang terpenting bisa mengembalikan citra DPR yang terpuruk dan dijustifikasi sebagai sarang koruptor. Seolah-olah semua DPR buruk dan koruptor,” cetusnya.

Ayah delapan anak, lima perempuan dan tiga laki-laki ini termasuk ayah yang cinta dan sayang kepada keluarga. Setiap akhir pekan Bambang selalu menghindari acara-acara di luar rumah. “Saya selalu usahakan agar sabtu-minggu adalah hari keluarga,” katanya. Bagi Bambang, hari Sabtu dan Minggu merupakan momentum bahagia saat berkumpul dengan keluarga.[]ian

Sumber : Inilah.com

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment