HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Bambang Soesatyo, Politisi Senayan yang Vokal dan Humanis!

February 14
11:07 2011

Vokal dan Humanis, Siapa Sebenarnya Bambang Soesatyo?

HMINEWS- Bambang Soesatyo bisa dikatakan salah satu bintang Senayan Dia melejit seiring mencuatnya kasus Bank Century. Pernyataan Bambang kerap membuat merah kuping Istana. Bagaimana sosoknya?

Bambang Soesatyo merupakan salah satu bintang baru dari Senayan. Sejak awal menginjakkan kaki di parlemen, nama pria kelahiran 10 September 1962, langsung melesat. Ini bisa dipahami jika melihat latar belakang Bambang Soesatyo.

Dia lama malang melintang di dunia pers yang terjun sejak 1985 di Harian Umum Prioritas, Sekretaris Redaktur Majalah Vista (1985) dan Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis (1991).

Dari latar belakang wartawan inilah, ‘dunia’ Bambang Soesatyo terbuka. Dia mulai berkenalan dengan dunia usaha dengan terjun sebagai pelaku bisnis, yang secara bersamaan menekuni politik praktis. “Saya menjadi pengusaha karena menjadi wartawan,” ujarnya belum lama ini di gedung DPR, Jakarta.

Menurut dia, dirinya menjadi pengusaha karena kecelakaan. Ia mulai menekuni dunia usaha setelah Harian Umum Prioritas dibredel oleh rezim berkuasa saat itu kemudian bergabung dengan Media Indonesia. “Ada majalah sendiri namanya Info Bisnis. Nah pemegang saham ada Pak Ical (Aburizal Bakrie), Pak Agung Laksono, Pak Fadel Muhammad. Saya hanya modal dengkul,” selorohnya.

Bambang mengakui proses hidupnya dari wartawan menjadi pengusaha dan kini menjadi politisi tidak terlepas dari sikapnya yang selalu menjaga kepercayaan orang lain. “Saya bukan dari keluarga jenderal atau pengusaha besar. Tapi modal saya menjaga hubungan yang baik saat saya menjadi wartawan. Saya menjaga kepercayaan mereka,” katanya.

Pria yang akrab dianggil Bamsoet atau inisial BS ini menyebutkan jika ingin mengejar sesuatu tidaklah bisa dilakukan sendirian. “Kita harus berbagi meyakinkan kawan-kawan yang sejalan dan kemudian membangun kekuatan bersama,” ujarnya.

Keterlibatan Bambang Soesatyo di Partai Golkar dimulai sejak 1980 dengan masuk menjadi aktivis AMPI. Bahkan ia telah menjadi calon anggota legislatif sejak era orde baru. “Pemilu 2009 merupakan kali kelima sejak aktif di Golkar, dan baru sekarang jadi,” katanya. Bagi Bambang, politik merupakan jalur untuk mencapai tujuan.

Salah satu inisiator angket Century ini mengaku saat awal menggulirkan idenya itu, ia meyakinkan internal partainya untuk mendukungnya. “Mengapa kami melakukan safari politik ke sejumlah tokoh nasional, karena untuk meyakinkan pimpinan partai politik. Kita menyadari, kita bukan apa-apa di DPR. Kita hanya pasukan yang bisa hilang lima tahun sekali,” paparnya.

Bambang Soesatyo sejak mahasiswa memang sudah terlibat aktif di berbagai organisasi. Seperti Ketua Umum Senat Mahasiswa Akademi Akuntansi Jayabaya (1982 – 1983), Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa (1983 – 1984), Pemred Majalah Universitas Jayabaya (1984-1985) dan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia (1986).

Juga Pimpinan Umum Majalah HMI Cabang Jakarta (1986-1987), Wakil Sekretaris Koordinasi Komisariat HMI Universitas Jayabaya (1988), Wakil Sekjen PB HMI (1988-1990), Ikatan Pers Mahasiswa (1986-1988) serta Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Mapussy Indonesia (1989-1992).

Latar belakang wartawan betul-betul menjiwai sosok Bambang. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaannya menulis rilis yang dikirimkan ke sejumlah jurnalis. Dapat dipastikan, hampir setiap hari beragam isu ia komentari. “Itulah pemikiran tiap hari yang menganggu saya, saya tuangkan melalui rilis yang saya sebar ke sahabat-sahabat jurnalis,” cetusnya.

Lebih dari itu, Bambang mengaku, status pekerjaan di identitas dirinya ia tulis sebagai wartawan. Bagi Bambang, wartawan profesi yang tidakan akan pernah berakhir hingga ke liang kubur. “Sampai sekarang saya masih status wartawan. Meski menjadi anggota DPR, status pekerjaan saya masih saya tulis sebagai wartawan,” katanya.

Jiwa idealisme Bambang di parlemen terus berkobar terutama terkait dengan tugas-tugas konstitusionalnya sebagai anggota DPR. Mimpi Bambang terhadap bangsa ini, agar jurang si kaya dan si miskin terkikis. “Jurang antara kaya dan miskin harus diperkecil,” ujar dia.

Ia juga berharap agar pemerintahan dapat bekerja dengan baik mengayomi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang kelompok. “Bekerja sesuai komitmen jangan hanya retorika,” sarannya.

Terkait dengan kerja di parlemen, ia memiliki mimpi agar citra parlemen tak negatif di mata publik. Dia mengaku cita-citanya tak muluk-muluk yakni DPR periode dirinya mampu menghasilkan legislasi yang baik. “Yang terpenting bisa mengembalikan citra DPR yang terpuruk dan dijustifikasi sebagai sarang koruptor. Seolah-olah semua DPR buruk dan koruptor,” cetusnya.

Ayah delapan anak, lima perempuan dan tiga laki-laki ini termasuk ayah yang cinta dan sayang kepada keluarga. Setiap akhir pekan Bambang selalu menghindari acara-acara di luar rumah. “Saya selalu usahakan agar sabtu-minggu adalah hari keluarga,” katanya. Bagi Bambang, hari Sabtu dan Minggu merupakan momentum bahagia saat berkumpul dengan keluarga.[]ian

Sumber : Inilah.com

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment