HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Tahukah Kaum Adam, Apakah yang Sesungguhnya Terjadi di Balik Jilbab?

January 07
12:18 2011

HMINEWS-  Menutup aurat adalah sebuah kewajiban bagi wanita muslimah. Ketika ayat tentang ini turun kaum wanita Bani Anshor segera melepas tirai dan kain-kain panjang yang ada di rumahnya untuk menutupi auratnya, menyembunyikan rambutnya, serta seluruh tubuhnya kecuali bagian muka dan telapak tangan.

Saat ini menggunakan jilbab dan kerudung sudah berubah menjadi semacam tren. Segala bentuk dan jenis penutup kepala (kerudung) dikembangkan menjadi lebih menarik dan lebih mudah dipakai, walaupun tidak sedikit yang menentang pemakaian jilbab yang sekenanya alias yang kurang panjang serta tidak menutupi hingga bagian bawah dada..

Tapi saya tidak akan membahas soal panjang pendeknya kerudung, atau sedikitnya lapangan kerja yang diperuntukkan bagi muslimah, ataupun kesenjangan antar wanita tentang pemakaian jilbab. Saya hanya sekedar ingin memberitahu kaum adam tentang apa yang terjadi dibalik jilbab? Mengapa ada wanita yang tiba–tiba melepas jilbabnya?

Ibarat memakan buah simalakama, jilbab adalah syariat Islam yang diwajibkan kepada kaum muslimah, yang dimaksudkan untuk melindungi kaum wanita dari kejahatan kaum adam dengan menyembunyikan “perhiasannya”. Namun jilbab juga dapat membuat rambut wanita mudah rontok karena lembab dan panas yang menyebabkan keringat dikulit kepala tidak bisa menguap keluar, dan yang paling parah mengalami sakit kepala akibat ikatan dan beban yang mengikat di kepalanya.

Tidak sampai disitu, untuk daerah tropis, menggunakan jilbab menyebabkan panas yang tidak karuan, keringat yang mengucur deras dan tidak bisa kering karena pengapnya baju yang dipakai. Bahkan seringkali ditemui bahwa para wanita yang tidak mau memakai deodoran (karena alasan alkohol, juga tidak mau memakai tawas karena ribet) biasanya tercium bau menyengat ketika berada di dekatnya.

Belum lagi deker yang dipakai kaum muslimah untuk menghindari tersingkapnya lengan dari baju yang dipakainya. Deker ini mencengkram erat bagian lengan dan panasnya bukan main. Seringkali sehabis melepas dekker ini tangan serasa lega dan butiran keringat mencuat dari pori–porinya.

Tidak sampai di situ ada halaqoh dan beberapa golongan  yang menganggap wanita yang memakai celana panjang (jeans dan sebagainya) itu belum paham tentang pemakaian jilbab yang sesungguhnya, karena mereka dianggap masih tidak dapat membedakan mana pakaian wanita dan mana pakaian yang menyerupai laki–laki.

Sesungguhnya menggunakan rok sangatlah repot. Pertama, si wanita harus menyediakan dobelan panjang untuk dipakai di balik roknya atau minimal kaos kaki yang setinggi lutut. Kedua, si wanita jadi terbatas geraknya, menjadi lebih susah untuk melompat (jika ada kubangan air, lobang, dsb), memanjat (mendaki tempat yang agak tinggi), juga naik motor jika roknya tidak benar-benar lebar. Dan bagi pengguna rok lebar pun mereka harus berhati-hati memegang roknya ketika mereka diboncengi karena bisa saja roknya masuk ke dalam jeruji sepeda motornya.

Dan mengenai kaos kaki, banyak kaum muslimah yang bertahan untuk tidak melepas kaos kakinya ketika hujan. Ketika ia sampai di tempat yang di tuju, ia bertahan dalam keadaan kaos kaki basah, rok basah serta dobelan lengan baju dan dekker yang basah karena ia berpikir tidak mungkin menyingkapkan pakaiannya pada saat hujan dan membiarkan kaum Adam melihatnya.

Adalah wanita-wanita yang hebat, ketika dia memutuskan untuk memakai jilbab dan konsisten untuk tidak melepasnya. Karena sepanjang hidupnya mungkin ia akan mengalami sakit di kepalanya atau rontok pada rambutnya (bahkan tonic apapun tidak dapat mengurangi kerontokan ini ketika rambutnya tetap ditutup, terlebih ketika basah habis keramas dan harus segera keluar rumah sehingga ia harus menutupi kepalanya).

Banyak keluhan tentang sakit kepala akibat pemakaian jilbab hingga pemakainya melepas jilbab tersebut. Namun banyak juga cemooh dari kaum Adam yang jelas-jelas tidak merasakannya bahwa jilbab is pain

Jika ada seorang pria yang ingin benar-benar mencoba menggunakan jilbab – tentunya dengan rok yang lebar, kerudung yang panjang, lengkap dengan dekker dan kaos kaki, serta tidak melepaskannya ketika hujan – maka ia akan tahu bagaimana perjuangan kaum muslimah dalam memperjuangkan jilbab.

Ning Darajat, aktivis perempuan

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

9 Comments

  1. top
    top January 07, 14:57

    Islam bukan agama yg ribet, hanya perlu konsistensi saja..
    mereka yang konsistenlah yang mendapatkan kasih sayang lebih..

    Reply to this comment
  2. 115
    115 January 07, 16:08

    memang hanya orang2 yang konsisten dg apa yang diyakininya yang akan mampu bertahan. hanya muslimah2 yang paham, mengerti dan berusaha tetap dalam fitrah kemuslimahannya yang menganggap semua cobaan yang didapat sebagai cambuk untuk maju dan tetap menjaga idealisme mereka. meski akhirnya saya tidakmenyetujui bahwa menggunakan jilbab serperti makan buah simalakama, dan saya jg tdk setuju dg beratnya memakai jilbab hingga kaum adam harus mencobanya sendiri untuk tahu. tetapi yang pasti ketika anda (kaum muslimah) tahu mudahnya islam serta indahnya hidup dengan jilbab, maka tidak ad apapun yang mampu maju menjadikan penghalang.

    Reply to this comment
  3. Jefri
    Jefri January 07, 16:20

    Ini soal pilihan. Kalau anda tdk ingin memakai jilbab jngan katakan hal buruk yang di lebih lebihkan tngtang jilbab.

    Reply to this comment
  4. jean
    jean January 07, 19:06

    setuju sekali dengan opini ini, namun sepertinya kaum pria mulai panas nih. hahaha biasa kaum pria ga pernah mau memahami wanita, hy bisanya berargumen sesuai pemikiran sendiri,padahal kan merasakan wanita jadi ya curhat kaum wanita inipun ga mau didgrin…
    yah bisanya cuma mencap wanita ini or wanita itu buruk,padahal dia sndr tidak merasakan apa-apa, yah semoga nanti jika ia punya anak wanita dia ga kualat dengan komentarnya sendiri…

    Reply to this comment
  5. Juanda
    Juanda January 09, 09:59

    Jilbab merupakan simbol seorang muslimah, sayangnya simbol ini juga tidak memberi garansi bahwa ia seorang muslimah. simbol-simbol sering menipu (baca: Umberto Eco). Betul bahwa jilbab merupakan identitas keislaman, tetapi keberislaman kita jangan dipersempit maknanya, perempuan yang berjilbab disebut muslimah sedangkan yang tidak menggunakannya disebut tidak muslimah. Terlalu sempit pandangnya, barometer berislam bukan semata-mata dengan kultur jilbab.

    Reply to this comment
  6. Abu baqo
    Abu baqo February 28, 01:57

    teramat bodoh dan goblok saya bilang jika dalih yang di keluarkan untuk melepaskan jilbab adalah karena panasnya atau lembablah dan apapun itu
    yang jelas ayat yang di turunkan itu di tempat yang jelas jelas panasnya
    bukan INDONESIA yang cuacanya gak terlalu extreme seperti disana

    Reply to this comment
  7. hamba ALLAH
    hamba ALLAH June 14, 13:13

    betapa bahagianya wanita yg memperjuangkan untuk terus memakai jilbab..
    semoga mendapat rahmat ALLAH TA’ALLA.
    AMIIN

    Reply to this comment
  8. someone
    someone March 20, 14:08

    repot? panas? ribet? sakit kepala? siapa bilang??
    Pakai jilbab itu adem. rambut dan kulit terlindungi dari panas matahari (gak terbakar, gak jd item). kalo sakit kepala, berarti salah pilih daleman jilbab. kalo gak mau pake daleman, ya gunakan kain yang agak tebal untuk jd jilbab. jd gak usah rangkap2x.
    kalo masalah ribet repot panas gerah dsb, itu bukan karena pakai jilbab. tapi cara pakai pakaiannya aja yg gak praktis dan salah pilih bahan. kaos pendek dipake manset. coba langsung pake kaos panjang. pake baju berlapis2x. coba langsung aja pake baju selapis yg bener (tebal, meyerap keringat dan menutup). ya kan?

    Reply to this comment
  9. Jubah Dress
    Jubah Dress August 17, 01:10

    Maaf.. saya berterus terang … walaupun saya kurang bersetuju
    dengan awak… tapi saya akui… pendapat awak memang logik dan pos nih
    memang menarik..

    Reply to this comment

Write a Comment