HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Sembilan Elemen Gerakan Muda Kawal Gerakan Moral Tokoh Agama Lawan Rezim Pembohong

January 20
18:44 2011

Lawan Rezim Pembohong, Sembilan Elemen Gerakan Muda Kawal Gerakan Moral Tokoh Agama!

HMINEWS- Sembilan elemen pergerakan mahasiswa dan pemuda sepakat mengawal gerakan moral para tokoh lintas agama yang menilai Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan 18 kebohongan.

“Terima kasih kepada para ulama, kyai, pendeta, biksu, dan para tokoh yang sudah menjalankan tugas pelayanannya dengan menyuarakan hati nurani rakyat Indonesia,” ungkap salah satu Ketua Presidium DPP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Stefanus Gusma atas nama ke-9 elemen pemuda di Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Ke-9 elemen yang tergabung dalam Pergerakan Pelajar, Mahasiswa dan Kaum Muda Indonesia (PPMKMI) ini mendeklarasikan sebuah gerakan moral bertajuk “Perubahan Harus Terjadi Sekarang” yang dicetuskan di Kompleks Margasiswa (Sekretaris Presidium PMKRI), Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat.

Bagi mereka, langkah profetik para Tokoh Lintas Agama (TLA) merupakan pelita bagi perjuangan mengawal cita-cita bangsa.

“Cita-cita utamanya, adalah …`Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan,” ujarnya.

Alinea pertama dari Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 itu, menurut mereka, jelas sekali menyatakan, demi kemanusiaan dan keadilan, penjajahan dalam segala bentuknya harus dilawan.

“Itu harus dilakukan dengan perlawanan untuk merebutnya, sebagaimana dilakukan para pahlawan bangsa ini. Sebab tanpa perlawanan, penjajahan tidak mungkin terhapuskan,” tegasnya.

PPMKMI berpendapat pula, Indonesia secara `de jure` merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945, namun sesungguhnya secara `de facto` belum merdeka.

“Pasalnya, penjajahan ekonomi masih dilakukan oleh kaum pemodal (asing dan dalam negeri),” ujarnya.

Ke-9 elemen dalam PPMKMI itu masing-masing Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pelajar Islam Indonesia (PII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudi), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Trisakti (Kamtri) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI).[]ant/ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. lae jahiddin
    lae jahiddin August 14, 03:51

    mari kawan mari

    Reply to this comment

Write a Comment